- Pengamat politik Ray Rangkuti mengkritik usulan Presiden Prabowo Subianto soal Pilkada melalui DPRD.
Ia menyoroti alasan Pilkada melalui DPRD diusulkan karena dianggap menelan biaya mahal.
Padahal menurut Ray Rangkuti program makan bergizi gratis milik Prabowo justru lebih mahal daripada Pilkada digelar secara langsung.
Pernyataan itu disampaikan Ray Rangkuti dilansir dari kanal youtube Abraham Samad pada Senin (12/1).
Ray mengatakan biaya Pilkada 2024 kemarin dalam penghitungan kasar menghabiskan sekitar Rp 40 triliun.
Anggaran itu kemudian dibagi dengan total jumlah daftar pemilih tetap sekitar 204 juta orang.
Hasilnya, Pilkada tersebut hanya menelan dana sekitar Rp 200 - Rp 300 ribu per orangnya, yang mana Pemilu digelar sekali dalam lima tahun.
Maka jumlah dana Rp 200 - Rp 300 ribu jika dibagi lima maka hasil biaya per orangnya tidak sampai Rp 50 ribu per tahunnya.
Ia kemudian membandingkan dengan anggaran MBG yang menjadi program unggulan Prabowo.
Menurut Ray, anggaran MBG jauh lebih mahal dari Pemilu karena per orangnya menelan biaya Rp 15 ribu per hari.
Atas dasar itu Ray menilai pemerintah kini keliru dalam hal prinsip berbangsa.
Ia mempertanyakan apa gunanya anak-anak diberikan MBG dengan tujuan menciptakan generasi cerdas di masa depan, tapi ketika mereka sudah dewasa, justru hak pilihnya diambil.
"Apa yang mahal? MBG Rp 15.000 per hari. Kenapa saya katakan begitu? Karena mereka keliru pada hal yang sangat prinsipil dalam berbangsa ini. Kalau kau mau kasih Rp 15.000 sehari kepada sekitar 80 juta anak kita, 80 juta kan ini kan dari 204 juta kan," kata Ray.
Program: Tribunnews Update
Host: Umi Wakhidah
Editor Video: Nur Rohman Urip
Uploader: bagus gema praditiya sukirman