TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kapan awal puasa ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini?
Ya, umat muslim di Tanah Air akan kembali bertemu dengan bulan Ramadhan pada Februari bulan depan.
Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam yang sangat istimewa karena merupakan waktu untuk umat Muslim menjalankan ibadah puasa.
Puasa Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam, yang berarti kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat untuk melakukannya.
Selama bulan ini, umat Muslim diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri sejak fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib).
Selain itu, mereka juga diperintahkan untuk menjauhi perbuatan buruk seperti berkata kasar, berbohong, dan perbuatan dosa lainnya, guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ramadhan juga menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, seperti salat, membaca Al-Qur'an, berzakat, dan melakukan amal kebajikan.
Pada akhir bulan Ramadhan, umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri sebagai tanda kemenangan setelah satu bulan berpuasa dan beribadah dengan lebih fokus.
Bulan Ramadhan juga memiliki makna spiritual yang mendalam, karena dipercaya bahwa pada bulan ini, Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Jadi, Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pengampunan, dan rahmat dari Allah.
Namun kapan awal Ramadhan ya?
Hingga saat ini pemerintah belum menetapkan awal Ramadhan 1447 hijriah.
Pemerintah baru akan menetapkan awal Ramadhan 1447 hijriah setelah menggelar sidang isbat.
Sementara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 hijriah pada 18 Februari 2026 mendatang.
PP Muhammadiyah menetapkan 18 Februari 2026 sebagai 1 Ramadhan berdasarkan perhitungan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menetapkan awal bulan kamariah, termasuk Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.
Metode ini berpatokan pada peredaran bulan dan perhitungan astronomis semata, tanpa harus melihat hilal secara fisik dengan mata telanjang.
Tahun ini, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) mencantumkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dalam pandangan Muhammadiyah, bulan baru dianggap sudah masuk apabila telah memenuhi tiga kriteria wujudul hilal secara kumulatif.
Telah terjadi ijtimak (konjungsi) antara Bulan dan Matahari.
Ijtimak terjadi sebelum terbenamnya Matahari. Saat Matahari terbenam, Bulan belum terbenam (Bulan masih berada di atas ufuk).
Karena menggunakan perhitungan matematis-astronomis, Muhammadiyah biasanya dapat mengumumkan tanggal awal puasa dan Idul Fitri jauh hari sebelum harinya tiba, bahkan melalui Maklumat resmi yang diterbitkan beberapa bulan sebelumnya.
Baca juga: Penataan Sumbu Filosofi Yogyakarta, Bus Pariwisata Bakal Dilarang Melintasi Titik Nol dan Tugu
Penetapan awal Ramadhan versi Pemerintah menunggu sidang isbat
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang dilakukan menjelang masuknya bulan Ramadhan.
Dikutip dari laman Kemenag, dalam praktiknya, sidang isbat melibatkan unsur pemerintah, MUI, perwakilan ormas Islam, dan para ahli, lalu memadukan data hisab serta laporan rukyat (pemantauan hilal).
Adapun pemantauan hilal akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.
Nantinya, hasil dari pemantauan hilal ini akan menjadi salah satu rujukan pemerintah untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 hijriah.
Potensi perbedaan awal puasa di Indonesia umumnya terjadi karena perbedaan kriteria visibilitas hilal.
Pemerintah Indonesia mengacu pada kriteria baru yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Kriteria MABIMS menetapkan bahwa hilal dinyatakan sah atau dapat dilihat (imkanur rukyat) apabila ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi (jarak lengkung Bulan-Matahari) minimal 6,4 derajat.
Perbedaan sering terjadi ketika posisi bulan sudah berada di atas ufuk (positif) menurut hisab Muhammadiyah, namun ketinggiannya belum mencapai standar 3 derajat atau elongasinya kurang dari 6,4 derajat menurut kriteria MABIMS yang dipakai Pemerintah.
Dalam kondisi seperti itu, Muhammadiyah akan menetapkan besoknya sudah masuk Ramadhan karena bulan sudah wujud.
Sementara Pemerintah akan menetapkan besoknya belum masuk Ramadhan karena hilal dianggap belum memenuhi syarat visibilitas untuk bisa diamati.
Namun, jika pada saat pemantauan posisi bulan sudah tinggi dan memenuhi syarat MABIMS, maka besar kemungkinan awal puasa Ramadhan 2026 akan berlangsung serentak.
Perbedaan metode ini merupakan hal yang lumrah dan sudah sering terjadi di Indonesia.
Pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap saling menghormati dan menunggu keputusan resmi Sidang Isbat untuk kepastian jadwal awal Ramadhan.
Jadi untuk menjawab pertanyaan kapan puasa Ramadhan 2026 dimulai, bisa mengacu pada dua versi berikut.
Muhammadiyah dengan KHGT menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
Pemerintah masih menunggu siding isbat, tapi untuk persiapan ibadah bisa merujuk pada kalender Hijriah Kemenag yang mencantumkan 1 Ramadhan pada Kamis, 19 Februari 2026.