PSIM Yogyakarta Tutup Paruh Pertama Super League di Papan Atas, Van Gastel Tak Ingin Terbuai
January 12, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan senyum optimisme. 

Setelah menanti 18 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional, Laskar Mataram justru mampu menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di musim debutnya.

Datang sebagai tim promosi dengan status juara Liga 2 2024/2025, PSIM Yogyakarta tampil tanpa beban berlebihan.

Hasilnya, hingga paruh musim berakhir, tim asal Kota Gudeg itu bertengger di peringkat keenam klasemen sementara.

Sebuah posisi yang terbilang prestisius bagi tim yang baru naik kelas.

Pencapaian PSIM Yogyakarta bahkan lebih baik dibanding dua sesama tim promosi lainnya.

Bhayangkara FC masih tertahan di peringkat kesembilan dengan koleksi 22 poin, sementara Persijap Jepara harus berjuang keras di dasar klasemen dengan raihan sembilan poin.

Dari 17 pertandingan yang telah dilakoni, Ze Valente dan kawan-kawan sukses mengoleksi delapan kemenangan, enam hasil imbang, serta hanya tiga kali menelan kekalahan. 

Total 30 poin berhasil dikumpulkan, dengan jarak delapan poin saja dari Persib Bandung yang keluar sebagai juara paruh musim.

Produktivitas PSIM Yogyakarta juga terbilang menjanjikan.

Mereka mampu mencetak 23 gol sepanjang putaran pertama. 

Namun, lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah.

Sebab, PSIM Yogyakarta telah kebobolan 18 gol dari 17 laga, atau rata-rata satu gol di setiap pertandingan.

Dengan jarak poin yang relatif dekat dari puncak klasemen, PSIM Yogyakarta pun mulai digadang-gadang sebagai salah satu kuda hitam dalam perburuan gelar. 

Baca juga: Klasemen PSIM Setelah Menang Lawan Madura United: Laga Keras Tiga Kartu Merah

Tetap Realistis

Meski demikian, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memilih untuk tetap realistis.

“Saya pikir kami bukanlah tim yang akan bersaing memperebutkan gelar juara. Saya rasa kami belum cukup bagus dan masih belum sejauh itu,” ujar Van Gastel, Senin (12/1/2026).

Pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa PSIM Yogyakarta masih berada dalam fase pembangunan.

Namun ia tak menampik rasa bangga atas pencapaian anak asuhnya sejauh ini.

“Klub ini masih dalam tahap pengembangan. Namun di sisi lain, performa kami cukup baik, berada di posisi keenam klasemen. Jadi, sebagai sebuah klub kami sangat bangga karena sebagai tim promosi setelah 18 tahun, kami bisa berada di papan atas,” lanjutnya.

Meski begitu, Van Gastel menilai mimpi besar soal gelar juara belum menjadi target utama musim ini.

“Tetapi untuk bermain dalam perebutan gelar juara, itu masih terlalu jauh bagi kami,” tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.