Landasan Jembatan Desa Lero Donggala Nyaris Amblas
January 12, 2026 12:22 PM

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA – Landasan jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, nyaris amblas setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi, Minggu (11/1/2026).

Jembatan penghubung antar desa ini tergerus derasnya aliran sungai akibat hujan mengguyur wilayah tersebut sejak pagi. 

Jembatan Desa Lero menjadi akses vital, tidak hanya menghubungkan antar desa, tetapi juga menjadi jalur utama dari kawasan Pantai Barat menuju Kota Palu dan Ibu Kota Kabupaten Donggala.

Baca juga: Banjir Landa Rio Pakava Donggala Sulteng, 9 Permukiman dan Jalan Poros Tergenang

Diketahui, jarak jembatan Desa Lero ke Kota Palu sekitar 23 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 41 menit menggunakan kendaraan roda dua.

Hingga sore hari, jembatan yang bercat merah dengan motif hijau khas batik Donggala tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian demi keamanan pengguna jalan.

Sejumlah warga tampak bersiaga dan secara swadaya mengatur lalu lintas di sekitar jembatan untuk mencegah kemacetan, mengingat jalur tersebut merupakan jalan utama di wilayah Pantai Barat.

Seorang warga, Ahmad (40) turut memantau kondisi jembatan, mengatakan sempat terjadi kemacetan pada pagi hari.

Akses Pantai Barat ke Palu Terancam
Landasan jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, nyaris amblas setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi, Minggu (11/1/2026). (MISNA/TRIBUNPALU)

“Pagi tadi sempat macet karena deras air sungai dan tanah di bawah jembatan ini terkikis arus. Ini jalan satu-satunya, kalau ini putus tidak ada jalan lain,” ujarnya.

Baca juga: PLN UP3 Palu Bergerak Pulihkan Jaringan Listrik Akibat Longsor dan Banjir di Gardu Induk Tawaeli

Ahmad berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi jembatan agar tidak sampai terputus.

“Sebelum jembatan ini putus, semoga pemerintah cepat bertindak. Apalagi ini jalan nasional. Jangan sampai kami tidak bisa ke desa sebelah atau ke Banawa (Ibu Kota) sana,” tutupnya.

Hingga saat ini, BPBD Donggala dan aparat terkait masih memantau kondisi jembatan untuk mengantisipasi potensi kerusakan lebih parah akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.