TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengucurkan Rp250 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.
Hal itu ia sampaikan saat perayaan HUT ke-66 Luwu, di Lapangan Andi Djemma, Kota Belopa pada Jumat (4/7/2025).
Enam bulan pasca pernyataan Andi Sudirman, progres pembangunan RS Regional Sulsel baru pada tahap persiapan.
"Rumah Sakit Regional Sulsel, yang merupakan program Bapak Gubernur, sekarang sudah proses dokumen lingkungan dan feasibility study. Itu sudah jalan. Dalam waktu dekat, beliau akan melakukan peletakan batu pertama," jelas Sekretaris Daerah Luwu, Muhammad Rudi kepada Tribun-Timur.com, di akhir kunjungan Pangdam XIV/Hasanuddin di Desa Tampa, Kecamatan Ponrang, Senin (12/1/2025) sekitar pukul 10.57 Wita pagi.
Kata Rudi, lokasi pembangunan RS Regional Sulsel tersebut berada di Labokke, Desa Puty, Kecamatan Bua.
Jaraknya dari Kantor Bupati Luwu di Jl Pahlawan, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa berkisar 45,6 kilometer.
Perjalanan ditempuh sekitar 1,3 jam menggunakan rute utama di Jl Poros Palopo-Makassar.
"Luas lahannya 5 hektar. Pemda Luwu sudah hibahkan ke provinsi," ungkap Rudi.
Ia menambahkan, detail dan teknis pembangunan semua diambil alih oleh Pemprov Sulsel.
"RS Ragional Sulsel ini nanti rumah sakit Tipe C, tapi kulalitas seperti Tipe A," kata Rudi dengan yakin.
Perbedaan antara Rumah Sakit Tipe A dan Tipe C terletak pada skala pelayanan, kelengkapan dokter spesialis, serta fasilitas penunjang medisnya.
Klasifikasi ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) untuk menentukan jalur rujukan BPJS Kesehatan.
RS tipe A adalah rumah sakit tertinggi yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan sub-spesialis luas oleh pemerintah.
Tujuan RS Tpe A adalah menangani kasus-kasus medis yang paling kompleks dan sulit yang tidak bisa ditangani oleh RS di bawahnya.
Contoh di Makassar, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Ini adalah rujukan terakhir bagi pasien dari seluruh wilayah Indonesia Timur.
RS Tipe C adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas. RS ini biasanya berada di tingkat kabupaten atau kota kecil.
Tujuan Tipe C adalah menampung rujukan dari Puskesmas (Faskes Tingkat 1) untuk tindakan spesialis dasar.
Jika RS Tipe C tidak mampu menangani pasien, mereka akan merujuknya ke RS Tipe B atau Tipe A.
Bupati Luwu, Patahudding mendukung rencana pembangunan RS Regional Sulsel dengan mengibahkan 5 hektar tanah di Kecamatan Bua.
Menurutnya, pembangunan RS Regional Sulsel dinilai membantu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Rumah sakit regional ini sangat besar manfaatnya untuk masyarakat Kabupaten Luwu bahkan Luwu Raya. Dengan adanya rumah sakit regional dengan fasilitas kesehatan yang memadai ini akan membantu derjaat kesehatan masyarakat. Warga Luwu yang sakit tidak perlu lagi di rujuk ke rumah sakit di Makassar jika bisa tertangani di Rumah Sakit Regional," bebernya.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dokter Ishaq Iskandar mengaku, Rumah Sakit Regional tipe C akan dirancang berkapasitas 100 tempat tidur.
"Nantinya akan dibutuhkan sekitar 400 tenaga kesehatan untuk bertugas di RS Regional di Bua. Jumlah itu sudah termasuk perawat dan dokter," akunya.
Sementara untuk dokter spesialis, sambung Ishaq, dibutuhkan 4 sepsialis dasar, 3 spesialis penunjang, dan 10 spesialis tambahan.
"Perekrutan bisa melalui mutasi atau seleksi ASN seperti CPNS atau PPPK," akunya.
Ishaq menambahkan, jumlah tenaga keperawatan dan medis yang dibutuhkan tidak bisa disamaratakan.
Sebab ini bergantung pada kompleksitas kasus pasien serta jam operasional layanan.
Perhitungan akan mengacu pada Permenkes RI No. 971/MENKES/PER/XI/2009 tentang Standar Sumber Daya Manusia Rumah Sakit, yang menjadi rujukan nasional dalam penyusunan struktur SDM rumah sakit berdasarkan kelas dan kapasitas.
"Sistem tiga shift, layanan IGD 24 jam, serta potensi unit tambahan seperti ICU atau rawat jalan, semuanya mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan," ujarnya.
“Rasio perawat, misalnya, idealnya satu perawat melayani dua pasien per shift. Jadi dengan 100 TT, kita bisa butuh sekitar 200 perawat. Itu belum termasuk dokter, analis lab, apoteker, gizi, dan lain-lain,” tambah dokter Ishaq.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
Ket: RS REGIONAL SULSEL - Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi saat ditemui Tribun-Timur.com, di Desa Tampa, Kecamatan Ponrang, Senin (12/1/2026). Rudi menerangkan, progres pembangunan rumah sakit tipe c itu kini dalam proses persiapan dokumen. (Sumber: Muh Sauki)