Ancam Keselamatan Warga, BPBD DIY Uji Geolistrik di Panggang Gunungkidul
January 12, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ancaman keselamatan warga di kawasan rawan longsor Panggang, Gunungkidul, mendorong BPBD DIY melakukan uji geolistrik untuk mendeteksi potensi rongga bawah tanah pascainsiden amblesan tanah di Girikarto.

Rencana tersebut menyusul peristiwa tanah longsor di Dusun Bolang RT 03/02, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Rabu (7/1/2026), yang menyebabkan satu rumah warga terdampak hingga harus dikosongkan.

Kejadian itu dilaporkan ke BPBD DIY untuk ditindaklanjuti melalui asesmen lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan setelah menerima informasi kejadian, pihaknya langsung bergerak bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

“Ada amblesan di Girikarto, Panggang kemarin, kami juga begitu mendapatkan informasi kemudian bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melakukan asesmen bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops untuk mengidentifikasi permasalahan,” ujar Ruruh.

Berdasarkan hasil asesmen awal tersebut, BPBD DIY kemudian menginisiasi uji geolistrik untuk memastikan keberadaan rongga di bawah permukaan tanah.

Langkah ini dinilai penting mengingat karakteristik wilayah Gunungkidul yang banyak memiliki rongga serta aliran sungai bawah tanah.

“Jika ternyata lebar (rongga) dan dalam, itu membahayakan keselamatan warga,” katanya.

Baca juga: Antisipasi Potensi Banjir, BPBD DIY Dorong Warga Bersihkan Drainase Secara Komunal

Ruruh menjelaskan, hasil uji geolistrik akan digunakan sebagai dasar penentuan kebijakan lanjutan, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan permukiman dan berdekatan dengan rumah-rumah warga.

“Nanti antisipasinya seperti apa dan tindak lanjutnya bisa dipastikan setelah uji geolistrik,” ujarnya.

Uji geolistrik tersebut direncanakan dilaksanakan pada pekan depan, Selasa atau Rabu.

BPBD DIY akan melaksanakan kegiatan itu bersama BPPTKG dengan menggunakan peralatan yang memadai.

“Nanti kalau dari hasil uji geolistrik sudah kami dapatkan, kemudian membahayakan bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di situ, kami akan lakukan antisipasi bersama-sama BPBD Kabupaten Gunungkidul,” jelasnya.

Menurut Ruruh, kejadian longsor dan amblesan tanah di wilayah Panggang, Gunungkidul, tergolong sering terjadi.

Selain itu, kasus serupa juga banyak ditemukan di wilayah lain, seperti Imogiri, Bantul.

“Sementara (uji geolistrik) kami lakukan di Panggang itu. Nanti kalau kemudian ada potensi lain, ya akan kami lakukan geolistriknya,” tandasnya. (*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.