BANGKAPOS.COM -- Badan Kepegawaian Negara (BKN) memiliki program pengembangan kompetensi yang berlaku bagi ASN.
Ujian kompetensi aparatur sipil negara (ASN) bisa melalui Tes Profiling ASN.
Melalui Tes Profiling ASN bertujuan memetakan dan mengukur sejauhmana kompetensi terukur yang dimiliki seorang ASN.
Aparatur sipil negara (ASN) di setiap daerah baik itu kabupaten/kota mengikuti Tes Profiling ASN.
Beberapa daerah telah melaksanakan Tes Profiling ASN.
Pelaksanaan Tes Profiling ASN ini disesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing.
Sebagai bentuk persiapan ASN menjawab soal tes, berikut contoh tes dan kunci jawaban sebagai literatur saat ikut Tes Profiling ASN nantinya.
Banyak pihak memprediksi materi soal pada dua kompetensi ini akan mendominasi ujian karena berkaitan langsung dengan integritas, etika kerja, kemampuan memimpin, serta interaksi sosial di lingkungan pemerintahan.
Tes Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural menjadi perhatian utama para ASN tahun ini setelah pemerintah mengumumkan bahwa penilaian karakter, sikap kerja, dan kemampuan bekerja dalam tim akan menjadi indikator penentuan kelulusan.
Berbeda dengan tes teknis, dua kompetensi tersebut menilai kesiapan peserta sebagai aparatur negara yang mampu memberikan pelayanan publik secara profesional, empatik, dan inovatif.
Baca juga: 45 Kunci Jawaban Contoh Tes Profiling ASN, Nomor 16 dan 23 Harus Dijawab
Sebagian pengamat menyebut, model soal Profiling ASN diperkirakan akan mengarah pada studi kasus (case-based test) yang menempatkan peserta pada situasi nyata di dunia kerja pemerintahan.
Contohnya, bagaimana seorang pegawai merespons aduan masyarakat, menghadapi kolega yang tidak kooperatif, hingga mengelola program kerja di tengah keterbatasan anggaran dan waktu.
Dengan tingginya tingkat kesulitan dan ketatnya passing grade, peserta diimbau untuk tak hanya menguasai teori kepemimpinan dan budaya kerja, tetapi juga latihan keterampilan analisis dan pengambilan keputusan.
Menilai kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan pengelolaan tim.
1. Tim Anda terlambat menyelesaikan proyek karena koordinasi yang buruk. Apa langkah pertama Anda?
a. Menyalahkan anggota tim yang tidak aktif.
b. Melakukan evaluasi penyebab keterlambatan bersama tim.
c. Menyerahkan tanggung jawab pada bawahan.
d. Membuat laporan tanpa analisis penyebab.
Jawaban: b
2. Anda memiliki dua bawahan dengan kemampuan yang berbeda. Agar pekerjaan optimal, Anda...
a. Memberi tugas acak tanpa melihat kemampuan.
b. Membagi tugas sesuai kompetensi masing-masing.
c. Memberi tugas berat pada yang lebih pandai saja.
d. Meminta mereka bekerja sama tanpa arahan.
Jawaban: b
3. Saat rapat, ada anggota yang selalu mendominasi. Sikap Anda...
a. Membiarkannya karena ia berpengalaman.
b. Mengingatkan dengan sopan agar semua punya kesempatan bicara.
c. Mengabaikannya dan tetap melanjutkan agenda.
d. Memintanya diam tanpa penjelasan.
Jawaban: b
4. Dalam tim Anda ada konflik personal. Sebagai pemimpin, Anda akan...
a. Membiarkan konflik mereda dengan sendirinya.
b. Memfasilitasi mediasi agar masalah selesai secara adil.
c. Menegur salah satu pihak saja.
d. Melaporkannya tanpa mencari solusi.
Jawaban: b
Baca juga: Kunci Jawaban 40 Contoh Tes Profiling ASN, Jangan Terkecoh Soal Nomor 23
5. Target kerja sulit tercapai karena kendala teknis. Tindakan Anda?
a. Menyerah karena di luar kendali.
b. Mencari alternatif solusi dan berkoordinasi lintas bagian.
c. Menunggu instruksi baru dari atasan.
d. Menunda penyelesaian sampai kendala selesai.
Jawaban: b
6. Anda menerima informasi rahasia proyek. Tindakan Anda...
a. Membagikannya ke rekan terdekat.
b. Menjaga kerahasiaan sesuai aturan.
c. Membocorkannya demi kepentingan publik.
d. Mengunggah ke media sosial.
Jawaban: b
7. Ada ide inovatif dari bawahan, namun bertentangan dengan kebiasaan lama. Anda akan...
a. Menolak karena tidak sesuai budaya kerja.
b. Menilai ide tersebut secara objektif dan uji coba bila memungkinkan.
c. Mengabaikan ide tersebut.
d. Menunda tanpa penjelasan.
Jawaban: b
8. Anda melihat potensi pemimpin dalam salah satu staf muda. Sikap Anda?
a. Mengabaikan karena ia belum berpengalaman.
b. Memberi kesempatan belajar dan tanggung jawab bertahap.
c. Menganggapnya ancaman bagi posisi Anda.
d. Menugaskannya di luar bidangnya.
Jawaban: b
9. Dalam rapat, keputusan mayoritas bertentangan dengan pendapat Anda. Anda...
a. Tetap memaksakan pendapat.
b. Menerima keputusan mayoritas dengan profesional.
c. Menolak hasil rapat.
d. Tidak hadir di rapat berikutnya.
Jawaban: b
10. Anggota tim terlambat terus-menerus. Anda...
a. Memberikan sanksi tanpa peringatan.
b. Memanggil untuk klarifikasi dan memberi pembinaan.
c. Mengabaikan karena sudah biasa.
d. Membiarkan orang lain menegur.
Jawaban: b
Baca juga: Kunci Jawaban 100 Contoh Soal Tes Profiling ASN, Nomor 24 Harus Harus Dijawab, Cek di Sini
Menilai kepekaan terhadap keberagaman dan etika sosial.
11. Anda bekerja di daerah dengan adat yang kuat. Sikap Anda...
a. Mengabaikan adat karena merasa modern.
b. Menghormati adat dan menyesuaikan diri tanpa mengorbankan nilai ASN.
c. Menolak berinteraksi dengan masyarakat lokal.
d. Menerapkan kebijakan tanpa mempertimbangkan budaya.
Jawaban: b
12. Rekan kerja berbeda agama mengajak berdiskusi soal keyakinan. Anda...
a. Menghindari topik sensitif dengan sopan.
b. Berdebat untuk mempertahankan keyakinan.
c. Menyudutkan pendapatnya.
d. Menyebarkan pandangan Anda ke yang lain.
Jawaban: a
13. Anda mendapati rekan kerja bercanda menyinggung etnis tertentu. Anda...
a. Ikut tertawa agar tidak canggung.
b. Menegur dengan sopan dan mengingatkan etika.
c. Mengabaikan saja.
d. Melaporkan ke media sosial.
Jawaban: b
14. Dalam pelayanan publik, warga berbicara dengan logat daerah. Anda...
a. Meremehkannya.
b. Menanggapinya dengan sabar dan menghormati.
c. Meminta berbicara bahasa baku.
d. Mengabaikannya karena sulit paham.
Jawaban: b
15. Anda baru ditempatkan di daerah terpencil. Tindakan pertama Anda?
a. Menolak tugas tersebut.
b. Mempelajari karakter masyarakat setempat.
c. Meminta segera dipindah.
d. Bekerja sesuai kebiasaan lama tanpa adaptasi.
Jawaban: b
16. Rekan kerja Anda menggunakan pakaian tradisional daerah. Anda...
a. Mengejek karena tidak umum.
b. Menghormati perbedaan itu.
c. Melarangnya.
d. Membiarkannya tapi menertawakan di belakang.
Jawaban: b
17. Anda melihat masyarakat protes karena kebijakan baru. Sikap Anda...
a. Menghindar agar tidak terlibat.
b. Mendengarkan aspirasi mereka dan menyampaikan ke pimpinan.
c. Menyalahkan masyarakat.
d. Meminta aparat menindak.
Jawaban: b
18. Dalam acara adat, Anda diminta mengikuti ritual simbolis. Anda...
a. Menolak karena tidak memahami.
b. Mengikuti dengan niat menghormati budaya.
c. Menganggapnya tidak penting.
d. Pergi sebelum acara selesai.
Jawaban: b
19. Rekan kerja Anda menggunakan bahasa daerah saat rapat. Anda...
a. Menegurnya dengan kasar.
b. Meminta menggunakan bahasa Indonesia dengan sopan.
c. Membiarkannya tanpa perhatian.
d. Menyindir di luar rapat.
Jawaban: b
20. Anda menemukan warga kesulitan memahami prosedur layanan. Anda...
a. Menjelaskan dengan sabar dan bahasa sederhana.
b. Menyuruh membaca papan pengumuman saja.
c. Mengabaikan karena bukan tanggung jawab Anda.
d. Menyalahkan warga karena tidak paham.
Jawaban: a
Baca juga: Kunci Jawaban 150 Contoh Tes Profiling ASN, Jangan Terkecoh Soal 81, Cek Skormu Langsung
Materi yang diujikan meliputi:
KOMPETENSI MANAJERIAL
Integritas
Konsisten berperilaku selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan manajemen, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, menciptakan budaya etika tinggi, bertanggungjawab atas tindakan atau keputusan beserta risiko yang menyertainya
Kerja Sama
Kemampuan menjalin, membina, mempertahankan hubungan kerja yang efektif, memiliki komitmen saling membantu dalam penyelesaian tugas, dan mengoptimalkan segala sumberdaya untuk mencapai tujuan strategis organisasi.
Komunikasi
Kemampuan untuk menerangkan pandangan dan gagasan secara jelas, sistematis disertai argumentasi yang logis dengan cara-cara yang sesuai baik secara lisan maupun tertulis; memastikan pemahaman; mendengarkan secara aktif dan efektif; mempersuasi, meyakinkan dan membujuk orang lain dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Orientasi pada Hasil
Kemampuan mempertahankan komitmen pribadi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas, dapat diandalkan, bertanggung jawab, mampu secara sistimatis mengidentifikasi risiko dan peluang dengan memperhatikan keterhubungan antara perencanaan dan hasil, untuk keberhasilan organisasi.
Pelayanan Publik
Kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kegiatan pemenuhan kebutuhan pelayanan publik secara profesional, transparan, mengikuti standar pelayanan yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi, kelompok, golongan, partai politik.
Pengembangan Diri dan Orang Lain
Kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menyempurnakan keterampilan diri; menginspirasi orang lain untuk mengembangkan dan menyempurnakan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan dan pengembangan karir jangka panjang, mendorong kemauan belajar sepanjang hidup, memberikan saran bantuan, umpan balik, bimbingan untuk membantu orang lain untuk mengembangkan potensi dirinya.
Mengelola Perubahan
Kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan situasi yang baru atau berubah dan tidak bergantung secara berlebihan pada metode dan proses lama, mengambil tindakan untuk mendukung dan melaksanakan insiatif perubahan, memimpin usaha perubahan, mengambil tanggung jawab pribadi untuk memastikan perubahan berhasil diimplementasikan secara efektif.
Pengambilan Keputusan
Kemampuan membuat keputusan yang baik secara tepat waktu dan dengan keyakinan diri setelah mempertimbangkan prinsip kehati-hatian, dirumuskan secara sistematis dan seksama berdasarkan berbagai informasi, alternatif pemecahan masalah dan konsekuensinya, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
SOSIO KULTURAL
Kompetensi sosial kultural bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mencakup sejumlah kemampuan dan sikap yang harus dimiliki oleh ASN dalam berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda.
Baca juga: 90 Contoh Soal Lengkap Kunci Jawaban Profiling ASN 2026 Terbaru
Dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No. 38 Tahun 2017, terdapat enam level kompetensi sosial kultural yang diharapkan dimiliki oleh ASN, yaitu:
Level 1: Peka memahami dan menerima kemajemukan
Pada level ini, ASN diharapkan mampu memahami dan menerima perbedaan individu maupun kelompok masyarakat. Mereka harus memiliki sikap yang terbuka dan peka terhadap perbedaan tersebut.
Contoh perilaku yang sesuai dengan level ini adalah:
Mampu memahami, menerima, dan menghargai perbedaan individu atau kelompok masyarakat.
Menghormati perbedaan bahasa, budaya, atau agama dengan tidak melakukan diskriminasi.
Level 2: Terbuka, ingin belajar tentang perbedaan/kemajemukan masyarakat
ASN pada level ini diharapkan memiliki keinginan untuk belajar lebih banyak tentang perbedaan dan kemajemukan masyarakat. Mereka harus aktif mencari informasi dan pengetahuan tentang beragam budaya dan adat istiadat.
Contoh perilaku yang sesuai dengan level ini adalah:
Mempelajari bahasa atau budaya daerah tempat mereka bekerja untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat setempat dengan lebih efektif.
Bersedia mengikuti pelatihan atau program pembelajaran terkait keberagaman budaya.
Level 3: Mampu bekerja bersama dengan individu yang berbeda latar belakang dengannya
Pada level ini, ASN diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja secara harmonis dan efektif dengan individu yang memiliki latar belakang yang berbeda, seperti bahasa, agama, atau suku.
Contoh perilaku yang sesuai dengan level ini adalah:
Bekerja dengan anggota tim dari berbagai latar belakang budaya dan tetap menghargai perbedaan mereka. Menerima pendapat atau sudut pandang orang lain dengan terbuka dan menghargai keberagaman opini.
Level 4: Mempromosikan, mengembangkan sikap toleransi dan persatuan
Pada level ini, ASN diharapkan aktif dalam mempromosikan sikap menghargai perbedaan dan mendorong toleransi di antara masyarakat. Mereka harus memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak.
Contoh perilaku yang sesuai dengan level ini adalah:
Mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan dan saling mendukung dalam menciptakan persatuan. Membuat kebijakan atau program yang mengakomodasi keberagaman masyarakat.
Level 5: Mendayagunakan perbedaan secara konstruktif dan kreatif untuk meningkatkan efektivitas organisasi
ASN pada level ini diharapkan mampu menggunakan perbedaan latar belakang, agama, suku, dan lainnya secara konstruktif dan kreatif untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
Contoh perilaku yang sesuai dengan level ini adalah:
Menciptakan program atau inisiatif yang menggabungkan keberagaman masyarakat untuk mencapai tujuan organisasi.
Menggunakan pengetahuan tentang berbagai budaya untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
Kompetensi sosial kultural ini menjadi penting karena ASN adalah perwakilan dari pemerintah yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Dengan memiliki kompetensi ini, ASN dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan inklusif kepada masyarakat, tanpa terkendala oleh perbedaan budaya dan latar belakang. Hal ini akan membantu menjaga kedamaian dan persatuan di tengah keragaman masyarakat Indonesia.
Perekat Bangsa
Hal-hal yang perlu dipahami pada kompetensi ini adalah sebagai berikut:
Kemampuan dalam mempromosikan sikap toleransi, keterbukaan , peka terhadap perbedaan individu, dan kelompok masyarakat.
Mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mempersatukan masyarakat dan membangun hubungan sosial psikologis dengan masyarakat di tengah kemajemukan Indonesia sehingga menciptakan kelekatan yang kuat antara ASN dan para pemangku kepentingan serta diantara para pemangku kepentingan itu sendiri.
Menjaga, mengembangkan, dan mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia.
(Bangkapos.com/Tribunbengkulu.com/Kompas.com)