TRIBUNJOGJA.COM, MAKASSAR - Seorang suami di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar rela mengorbankan dirinya demi melindungi istrinya yang tengah hamil delapan bulan dari reruntuhan bangunan tempat tinggalnya.
Korban bernama Muh Raihan tersebut menahan reruntuhan bangunan dengan menggunakan badannya agar istri dan anaknya yang masih dalam kandungan selamat.
Pengorbanan Muh Raihan itu akhirnya membuahkan hasil karena sang istri, Nur Aisyah Bahar selamat meski mengalami sejumlah luka.
Kedua korban kemudian berhasil dievakuasi oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar.
Muh Raihan sendiri mengalami luka cukup parah dan harus mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.
Sementara istrinya mengalami luka lecet di bagian wajahnya.
Dikutip dari Tribun Timur, insiden tembok roboh ini terjadi pada Minggu (11/1/2026) sore kemarin.
Kejadian bermula saat wilayah Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea diguyur hujan lebat.
Saat itu Muh Raihan dan istrinya yang mengontrak kamar kos tengah berada di dalam kosan.
Hujan yang disertai angin kencang tiba-tiba atapnya roboh.
Robohnya atap itu diikuti ambruknya tembok kamar kos yang dihuni oleh keduanya.
Sang suami kemudian berusaha melindungi istrinya dari material kamar kos yang ambruk tersebut.
"Tadi kronologinya, kurang lebih kami dapat informasi dari anggota adalah angin kencang mengenai rumah sekitar pukul 15:30 Wita," kata Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar Ismail Abdullah.
"Kemudian salah satu bangunan kita di sini terkena. Dan atapnya roboh, sehingga dindingnya juga ikut roboh," lanjutnya.
Menurut Ismail, kedua korban sempat terjepit material bangunan yang roboh.
Namun korban perempuan berhasil dikeluarkan tanpa mengalami luka yang parah.
Sementara sang suami kondisinya terjepit material bangunan yang roboh sehingga beberapa bagian tubuhnya terluka.
"Istrinya bisa ditarik segera, yang parah ini suaminya," ucap Ismail.
Ismail menyebut proses penanganan kedua korban berlangsung cepat setelah pihaknya mendapatkan laporan dari warga.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang menyebut pihaknya langsung mengirimkan petugas selang satu menit setelah menerima laporan dari warga.
Tim penyelamat tiba di lokasi pada pukul 16.05 Wita dan langsung memulai proses penanganan serta evakuasi satu menit kemudian.
Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi bangunan yang runtuh dan adanya korban perempuan yang tengah mengandung usia delapan bulan.
Berdasarkan keterangan korban perempuan, sang suami berupaya melindungi dirinya saat reruntuhan bangunan terjadi.
Baca juga: Keberadaan Dua Pemancing yang Hilang di Tebing Grendan Masih Misterius, SAR Sisir Laut dan Darat
Tindakan tersebut membuat Nur Aisyah Bahar berhasil selamat dan keluar dari lokasi kejadian.
“Suaminya menahan dan melindungi istrinya dari reruntuhan, sehingga korban perempuan bisa selamat,” ucap Fadli Wellang kepada Tribun Timur.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sejumlah peralatan khusus, di antaranya spryder bolt, cutter manual, hooligan tools, serta tali webbing.
Peralatan tersebut digunakan untuk memastikan evakuasi berjalan aman tanpa menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun petugas.
Setelah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, kedua korban langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo menggunakan ambulans milik Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Korban selanjutnya mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Akibat kejadian tersebut, korban laki-laki mengalami sejumlah trauma dan luka.
Di antaranya pada bagian tengkuk leher, panggul, serta paha sebelah kiri.
Sementara kondisi kehamilan korban perempuan terus dipantau oleh tim medis.
"Ada luka lecet di bagian wajahnya tadi istrinya, luka di bibir. Istrinya masih lemas pucat dan sedang hamil 8 bulan," jelas Fadli.
Proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 17.00 Wita.
Selanjutnya, tim Damkarmat kembali ke pos pada pukul 17.10 Wita setelah memastikan lokasi aman dan tidak membahayakan warga sekitar.
Petugas Damkarmat Makassar mengimbau warga agar selalu waspada terhadap kondisi bangunan, terutama di tengah cuaca ekstrem.
Serta segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan resmi agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat
Adapun insiden tersebut terjadi bersamaan dengan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar. (*)