TRIBUNJOGJA.COM - Ketombe merupakan kondisi kulit kepala yang ditandai dengan pengelupasan sel kulit mati secara berlebihan.
Ketombe umumnya berkaitan dengan ketidakseimbangan minyak alami kulit kepala, pertumbuhan jamur Malassezia, hingga respons kulit terhadap produk perawatan tertentu.
Meski sering dianggap sepele, ketombe dapat menimbulkan rasa gatal, iritasi, bahkan memperburuk kerontokan rambut jika tidak ditangani dengan tepat.
Menariknya, ketombe tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kebersihan. Dalam banyak kasus, kebiasaan sehari-hari yang tampak sederhana justru menjadi pemicu utama munculnya ketombe.
Berikut enam kebiasaan yang dapat membuat rambut mudah berketombe.
Baca juga: 6 Tips Merawat Rambut yang Diwarnai agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Pudar
Frekuensi keramas yang tidak tepat dapat mengganggu keseimbangan kulit kepala. Keramas terlalu sering berisiko menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan dan perlindungan kulit kepala.
Kondisi ini dapat memicu kulit kepala kering, iritasi, dan pengelupasan berlebih.
Sebaliknya, jarang keramas membuat minyak, keringat, dan sel kulit mati menumpuk. Penumpukan ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur penyebab ketombe untuk berkembang.
Secara umum, frekuensi keramas ideal adalah dua hingga tiga kali dalam seminggu, disesuaikan dengan jenis kulit kepala dan aktivitas harian.
Kulit kepala berminyak dapat dicuci lebih sering dengan sampo lembut, sementara kulit kepala kering sebaiknya tidak terlalu sering keramas agar kelembapannya tetap terjaga.
Pemilihan sampo yang tidak sesuai dengan kondisi kulit kepala merupakan salah satu penyebab utama ketombe sulit diatasi.
Kulit kepala yang mudah berketombe membutuhkan sampo dengan formula yang tepat, bukan sekadar wangi atau menghasilkan banyak busa.
Untuk kulit kepala mudah berketombe, kandungan yang dianjurkan antara lain:
Sebaliknya, sampo dengan deterjen keras atau kandungan yang terlalu berat dapat memperparah kondisi ketombe.
Deterjen kuat berisiko membuat kulit kepala kering, sementara formula yang terlalu kaya dapat meninggalkan residu dan menyumbat pori-pori kulit kepala.
Keramas yang dilakukan terburu-buru atau hanya fokus pada batang rambut membuat kulit kepala tidak benar-benar bersih. Idealnya, sampo tidak langsung dibilas setelah diaplikasikan.
Sampo perlu didiamkan sekitar 30–60 detik sambil kulit kepala dipijat lembut agar kotoran, minyak berlebih, dan sel kulit mati terangkat dengan maksimal.
Penggunaan pomade, hair spray, atau gel rambut secara berlebihan dapat menyumbat pori-pori kulit kepala.
Jika residunya tidak dibersihkan dengan baik, produk styling dapat menyebabkan iritasi dan memperparah ketombe.
Rasa gatal sering memicu kebiasaan menggaruk. Padahal, menggaruk terlalu sering dapat melukai kulit kepala, memicu peradangan, dan membuat ketombe semakin parah.
Kurang tidur, stres berkepanjangan, serta asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala dan memicu ketombe.
Asupan protein, vitamin B, zinc, serta omega-3 berperan penting dalam menjaga keseimbangan kulit kepala dan kekuatan rambut.
Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari ikan, telur, kacang-kacangan, sayuran hijau, serta buah-buahan yang dikonsumsi secara rutin.
(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)