BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Tugu Duren, Mentok karena persoalan lampu penerangan jalan yang mati sejak sepekan terakhir.
Ia melihat sejumlah lampu penerangan jalan di ruas Jalan Nasional, khususnya dekat Tugu Duren hingga persimpangan Jalan Surau dan Gang Durian, termasuk melihat kondisi Tugu yang sering dijadikan tempat nongkrong.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena mengganggu jarak pandang serta berpotensi membahayakan keselamatan saat melintas pada malam hari.
"Jadi kalau kita ingin sama-sama memajukan Mentok, mari sama-sama. Aset yang ada jangan dirusak, pemelihara bersama. Apabila kurang pas sampaikan ke kita. Seperti lampu jalan yang mati sampaikan ke kita," kata Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, kepada wartawan, Senin (12/1/2026) di Mentok.
Yus, memastikan, Pemkab Bangka Barat bakal merespon terkait keluhan masyarakat berkaiatn dengan lampu jalan yang padam dari Tugu Duren sampai jalan Surau dan persoalan lainnya.
"Kita hadir di sini untuk menyelesaikan masalah lampu. Sementara untuk yang sering nongkrong di Tugu Duren bakal diatur Pol PP, jadi kita perbaiki," ujarnya.
Terpisah, Staff Keselamatan Dinas Perumahan Kawasan Permukaan dan Perhubungan, Bangka Barat, Abraham, yang ikut mendampingi Wabup Babar mengatakan, lampu jalan yang padam berada di jalan Nasional, milik Kementerian Perhubungan bukan punya Pemkab Babar.
"Jadi kemarin pada banyak jaringan pada rusak, ternyata lampunya diganti. Dari 50 watt diganti menjadi 110 watt satu lampu. Jadi dua kanan kiri-kanan jadi 220 watt. Nah, akibatnya daya ini tidak suport, kita tambah daya tidak suport juga. Akhirnya di tahun ini kita tambah lagi dayanya. Jadi daya kWh ini tidak tertarik dengan banyak lampu seperti ini," lanjutnya.
Dikatakannya, dalam satu daya dapat menyalakan hingga 10 jaringan lampu. Namun, setelah bola lampu diganti dari 50 watt menjadi 110 watt, daya listrik menjadi tidak mencukupi.
Akibatnya, setiap kali hujan atau terjadi penurunan daya dari PLN, aliran listrik kerap turun dan tidak dapat naik kembali, sehingga lampu penerangan jalan padam.
"Tetapi ketika dayanya sudah ditambah, mungkin tidak lagi. Hanya kita tidak bisa berbuat banyak karena ini, lampu Kementerian Perhubungan. Kalau nambah daya, ganti. menyalahi aturan secara asetnya bukan punya Pemkab Babar," terangnya.
Ia menjelaskan, daya listrik lampu yang terpasang saat ini dinilai belum sesuai, karena mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat.
Dari sebelumnya 50 watt menjadi 110 watt untuk satu titik lampu. Jika terdapat dua lampu, total daya mencapai 220 watt, padahal sebelumnya direncanakan hanya sekitar 100 watt.
"Cuman kayaknya belum kuat lagi, karena memang luar biasa lebih dari dua kali lipat. Dari 50 watt menjadi 110 watt, satu lampu. Kalau dua lampu 220 watt. Seharunya cuman 100 watt kemarin.
Jadi setiap ada gangguan PLN turun, pasti tidak bisa naik lagi. Tetapi apabila sudah dinaikan lagi sudah. Cuman saat dia tidak kuat, turun lagi, kalau untuk masalah jaringan dan lampunya sudah tidak ada maslah lagi," terangnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)