Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemkab Bantul Salurkan Belasan Alsintan ke Gapoktan
January 12, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa 10 unit traktor roda empat, enam unit traktor roda dua, dan satu unit combine harvester kepada para gabungan kelompok petani (Gapoktan) di Kabupaten Bantul. Bantuan itu untuk meningkatkan produksi pertanian.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan, penyaluran bantuan itu mengikuti sekitar 201 Alsintan yang telah diperbantukan kepada para petani di Kabupaten Bantul pada tahun 2025 lalu. Di mana, bantuan tersebut memiliki sumber yang berbeda-beda.

"Bantuan-bantuan ini berasal dari APBN, APBD DIY, APBD Kabupaten Bantul, hingga upaya yang dilakukan dari para anggota DPR dan DPRD di antaranya adalah Ibu Titiek Soeharto atau Siti Hediati Hariyadi, Mbak Titis Ajeng Ganis Mareti, Mas Dhony Kristanto, dan APBD Bantul, aspirasinya Pak Bupati," kata Halim, kepada wartawan usai menyerahkan Alsintan kepada para petani di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Senin (12/1/2026).

Dengan bantuan Alsintan itu, kata Halim dapat meningkatkan kinerja pertanian, luas tanam, dan hasil produksi pertanian di Bumi Projotamansari.

Tercatat pada tahun 2025, luas lahan tanam Bantul meningkat menjadi 34 ribu hektare dan luas panen menjadi 31 ribu hektare.

"Kemudian, produksi gabah juga meningkat menjadi 199 ribu ton gabah kering giling (GKG). Semuanya meningkat, luas tanam meningkat, volume produksi meningkat, dan ini adalah berkat mekanisasi pertanian yang dilakukan melalui Alsintan. Tanpa mekanisasi ini, kita sangat sulit, sangat berat meningkatkan sektor pertanian," jelas Halim.

Baca juga: Mutasi Jabatan, AKBP Bayu Puji Hariyanto Resmi Jadi Kapolres Bantul

Peningkatan Luas Tanam

Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan, pada tahun 2025 ada peningkatan luas tanam menjadi 34 ribu hektare.

Jumlah itu meningkat ada tahun-tahun sebelumnya sekitar tiga ribu hektare.

"Untuk luas panen kita sampai Desember 2025 itu sebanyak 31.500-an hektare dengan produksi lebih kurang 199 ton GKG. Dari jumlah itu, kalau kita proyeksi ke beras jadi hampir 130 ribu ton beras pada tahun 2025," tuturnya

Dengan bantuan Alsintan ini, pihaknya berharap bisa mempercepat pengolahan lahan pertanian dan jarak tanam dan panen bisa lebih pendek.

Pihaknya pun memiliki target paling lama tiga minggu setelah panen, bisa tanam kembali.

"Jadi harapan kami, dengan Alsintan dapat meningkatkan indeks pertanaman yang setahun dua kali tanam menjadi tiga kali. Tahun ini, harapan kami bisa menjadi empat kali tanam," pinta Joko.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Makmur Agung, Kapanewon Imogiri, Trishariyanto mengucap terima kasih atas bantuan mekanisasi pertanian.

Kali ini, pihaknya mendapatkan bantuan Alsintan dari Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian.

"Bantuan Alsintan memang sangat bermanfaat bagi petani kami bagi sawah kami. Jadi, hasil pertanian akan meningkat. Apalagi di tempat kami ada 122,3 hektare luas lahan dan pada musim panen ini ada 7,5 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare, tapi dengan bantuan ini diharapkan menjadi 8-9 ton GKP per hektare," tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.