TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Perhelatan Gebyar Emas Reuni Akbar 50 Tahun Alumni SMA Muhammadiyah I Kota Magelang berlangsung meriah di GOR Samapta, Minggu (11/1/2026).
Ribuan alumni lintas angkatan, mulai lulusan pertama tahun 1976 hingga 2024, hadir untuk mensukseskan acara tersebut.
Peserta reuni akbar kompak mengenakan seragam sekolah putih abu-abu.
Mereka juga mengikuti upacara bendera layaknya saat masih duduk di bangku SMA.
Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Ketua Umum Lintas Alumni Laksma TNI Taufik Arif, dengan Komandan Upacara Ketua Panitia Kompol Choirul Anwar.
Suasana nostalgia semakin terasa saat seluruh peserta upacara menyanyikan Mars Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Bertindak sebagai dirigen adalah Icuk Salabiyati, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah I Alternatif (Mutual), yang juga merupakan alumni SMA Muhammadiyah I Kota Magelang.
Selain alumni, reuni akbar ini turut mengundang para guru yang telah purna tugas maupun yang masih aktif mengajar.
Hadir pula jajaran pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta Nasyiatul Aisyiyah.
Baca juga: Wali Kota Magelang Usulkan Penataan Pedestrian Ahmad Yani–Pakelan ke Pusat untuk Atasi Banjir
Berbagai kegiatan sosial digelar dalam rangkaian acara tersebut, di antaranya donor darah bekerja sama dengan PMI, pemeriksaan kesehatan bersama Polres Magelang Kota, serta penjualan sembako murah bagi warga sekitar yang menggandeng LazisMu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai mengelilingi kawasan GOR Samapta.
Panitia juga menyediakan beragam doorprize menarik, mulai dari peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, kipas angin, hingga sepeda gunung.
Ketua Panitia Reuni Akbar, Choirul Anwar, mengatakan upacara sengaja dihadirkan sebagai sarana nostalgia bagi para alumni.
“Apalagi menyanyikan Indoesia Raya dan mars IPM, itu sungguh bisa membawa kembali ingatan saat sekolah,” katanya.
Menurutnya, penggunaan dress code seragam sekolah atau nuansa putih abu-abu dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan tanpa memandang latar belakang profesi masing-masing alumni.
“Tidak memandang profesi masing-masing, ada rasa kebersamaan dan frekuensi yang sama untuk membesarkan SMA Muhammadiyah,” katanya.
Di sisi lain, mengenakan seragam sekolah juga menjadi simbol ketakziman alumni kepada para guru.
“Dengan mengenakan seragam sekolah, maka sifat sebagai siswa akan muncul dan bisa menghormati guru. Kita masih menjadi anak dari para guru, apalagi guru merupakan sosok yang mewarnai kehidupan kita sampai saat ini,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Alumni SMA Muhammadiyah I Kota Magelang, Taufik Arif, berharap momentum reuni akbar ini dapat terus berlanjut ke depannya.
“Menjadi tugas kita semua, sebagai alumni SMA Muhammadiyah I untuk terus menerus memperjuangkan dan menggelorakan semangat sekolah ini,” katanya.
Ia menegaskan SMA Muhammadiyah harus terus berkembang dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain.
“Karena sekolah kita punya ciri khas selain umum juga berbasis agama,” tegasnya.
Menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama seluruh alumni untuk mengantarkan generasi penerus agar lebih maju, sukses, serta mampu memakmurkan bangsa dan masyarakat.
Acara Gebyar Emas Reuni Akbar 50 Tahun Alumni SMA Muhammadiyah I Kota Magelang ditutup dengan penampilan band jadul Janema. (*)