Diduga Terjadi Kasus LGBT di Lingkungan Sekolah, Begini Penjelasan Kepala Disdik Tarakan
January 12, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Laporan dugaan adanya kasus LGBT di lingkungan sekolah Tarakan Kalimantan Utara, ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha. Tamrin Toha mengatakan jika benar ada kasus LGBT di lingkungan sekolah Tarakan, ia sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. 

Dalam wawancaranya bersama media pagi tadi, Senin (12/1/2026), Tamrin Toha mengatakan, awalnya ia mendapatkan laporan dugaan LGBT tersebut dari penyampaian sekolah ke DPRD Tarakan. Lalu dilakukan pertemuan dengan menghadirkan pihak sekolah dan sejumlah pihak terkiat lainnya pada Rabu (7/1/2026).

Di pertemuan tersebut dilaporkan kasus dugaan LGBT di lingkungan sekolah, bukan kasus baru, melainkan kasus sudah lama terjadi.  Tapi Disdik Tarakan belum mendapatkan laporan resmi dari pihak sekolah dan kemungkinan pihak sekolah menyelesaikan sendiri.

Dikatakan Tamrin Tohan berkaitan kasus dugaan  LGBT, ia tak menampik ada saja upaya yang menuju ke arah bisa menyebabkan rusaknya generasi. 

Baca juga: LGBT Rambah Pelajar Tarakan, Pemerintah Minta Peran Aktif Edukasi Orangtua

"Karena ini kita perhatikan yang berpotensi untuk diajak digiring pada perbuatan-perbuatan amoral adalah anak kita yang sedang belajar entah di SD, SMP dan SMA. Sehingga mungkin perlu kita lihat sejauh mana misalnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengantisipasi hal seperti ini," ungkap Tamrin Toha.

Dengan dugaan adannya LGBT di lingkunga sekolah, kata Tamrin Toha, masyarakat juga harus lebih aware untuk melakukan pengawansan. Hal ini dikarenakan ia telah mendapatkan  laporan secara lisan dan mendengar kasus LGBT di Tarakan semakin marak.

"Secara lisan sih ada yang menyampaikannya, ya. Bahwa ada, memang diidentifikasi itu ada anak-anak kita yang sudah terlibat. Bahkan saya dengar sudah ada jaringannya gitu ya," ujarnya, 

Melihat kondisi ini, Disdik Tarakan telah siapkan Tim Pencegahan dan Penanganan (TPPK) Satuan Pendidikan. Tim ini diharapkan ikut menangani jika ada kasus seperti salah satunya dugaan LGBT.

"Itu saya kira tetap berjalan dan di setiap satuan pendidikan itu. Malah fungsi guru itu menjadi konseling itu juga lagi diupayakan.  Bahwa bukan cuma guru BK saja yang mengkonselin kepada anak-anak kita, ya. Termasuk guru-guru lainnya bisa berfungsi sebagai guru BK terutama di SD," jelasnya.

Baca juga: Januari hingga Juni 2025 Pengidap HIV Baru di Bulungan 21 Orang, LGBT dan Pelanggan Pekerja Seks

Mengenai dugaan kasus LGBT, Disdik Tarakan sejaun ini belum ambil langkah karena baru terkuak pekan kemarin. Ini terkuak saat Disdik Tarakan diundang di DPRD Tarakan.

Langkah yang dilakukan saat ini adalah melakukan penguatan di Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) agar bekerja optimal termasuk aplikasi yang selama ini yang memang masih belum optimal dimanfaatkan oleh satuan pendidikan bsia digunakan. 

"Itu bisa digunakan karena aplikasi itu kan bisa digunakan oleh anak-anak kita untuk melapor dan dirahasiakan dengan identitasnya. Hanya guru BK yang tahu kalau ada laporan. Kita bisa deteksi lebih awal tentu dari laporan anak-anak kita," tegasnya.

Berbicara sanksi, lanjutnya jika sudah pasti ditemukan, sejauh ini pihaknya belum mengarah ke sana. "Karena Disdik Tarakan harus melihat dulu tata tertib setiap satuan pendidikan," terangnya.

Yang jelas lanjutnya, langkah Disdik  Tarakansaat ini tidak diam dan akan berupaya bagaimana berusaha menangani kasus ini. Dan lanjutnya, tentu  saja juga yang lebih terpenting lagi bagaimana pencegahannya.

"Tentu kan lebih bagus mencegah daripada mengobati. Menangani. Tentu akan kami lakukan upaya-upaya juga. Saya kira kalau masalah ini juga  lebih kepada perlindungan anak. Yang penting  itu bagaimana bentukan karakter anak-anak itu bisa dilakukan di setiap satuan pendidikan," tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.