TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Tiga jalur penerbangan perintis di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah mulai beroperasi 2026 ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy mengatakan, penerbangan perintis tersebut berasal dari APBN.
"Kalau yang dari APBN sudah berjalan, ada tiga penerbangan," ujar Dedy, Senin (12/1/2026).
Adapuan tiga jalur perintis itu di antaranya Muara Teweh-Palangka Raya, Puruk Cahu-Palangka Raya, dan Kuala Kapuas-Palangka Raya.
Semua penerbangan tersebut, kata Dedi, berada di bawah maskapai Susi Air. Meski begitu, pihaknya juga mengkomunikasikan jalur perintis dengan maskapai yang lain.
"Kita komunikasikan dulu, siapa tahu ada maskapai lain yang berminat," ucapnya.
Dedy menyebut, pihak maskapai juga masih melakukan survei untuk memastikan pasar penerbangan perintis tersebut.
"Tidak mungkin mereka memaksakan sebulan dua bulan off lagi," jelasnya.
Ia juga mengatakan, tiga jalur perintis tersebut hanya berlaku untuk tahun 2026 ini saja.
"Berlaku untuk tahun ini saja, karena setiap tahun kan pasti diperbaharui," tambahnya.
Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan mengatakan, Gubernur Kalteng telah memerintahkan pemetaan konektivitas udara dari Bandara Tjilik Riwut menuju sejumlah daerah tujuan wisata di Kalteng.
Baca juga: Rugikan Negara Rp 5,2 M, Kejari Bontang Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Lahan Bandara Perintis
Baca juga: Kadishub Kalteng Imbau Penumpang Kapal Laut Tak Beli Tiket Melalui Calo, Ingatkan Jaga Keamanan
“Sekarang Pak Gubernur ingin membuat konektivitas dari bandara udara menuju beberapa daerah pariwisata yang sudah dilakukan mapping oleh beliau melalui Kepala Dinas Perhubungan Kalteng. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini bisa direalisasikan,” kata I Made Darmawan, Kamis (1/1/2026).
Darmawan berharap, jika konektivitas tersebut dapat segera terealisasi, sektor penerbangan di Palangka Raya akan kembali bergerak dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Untuk sementara informasi yang kami peroleh, konektivitas yang direncanakan adalah dari Palangka Raya ke Pangkalan Bun melalui penerbangan perintis,” tegasnya.