Longsor di Dinding Kawah Danau Kelimutu Diduga Sebabkan Gelombang, Status Gunung Normal
January 12, 2026 04:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo 

POS-KUPANG.COM, ENDE – Fenomena gelombang air yang muncul di salah satu kawah Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial. 

Gelombang tersebut diduga dipicu oleh longsoran kecil material di dinding kawah, yang terjadi pada Minggu (11/1/2026).

Kepala Taman Nasional Kelimutu (TNK), Heru Rudiharto memastikan, hingga saat ini kondisi danau masih terpantau aman dan normal. 

Pihak Balai Taman Nasional Kelimutu bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan pengecekan langsung di lokasi.

“Petugas Balai TN Kelimutu dan PVMBG sudah melakukan pengecekan. Kemarin siang hanya ada sedikit longsoran di dinding kawah. Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik. Sampai siang ini status masih normal,” ujar Heru, Senin (12/1/2026).

Ia juga mengimbau para pengunjung agar tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi serta arahan dari petugas di lapangan.

Fenomena alam tersebut terekam dalam sebuah video yang menunjukkan permukaan air danau kawah beriak menyerupai gelombang, meskipun kondisi cuaca saat itu relatif tenang. 

Video tersebut kemudian beredar luas dan menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Wilayah NTT dan NTB, Arios Ghele Radja, membenarkan peristiwa dalam video tersebut merupakan kejadian nyata.

“Kalau dari video itu real. Saya masih menunggu informasi dari pengamat di lapangan karena saya sudah minta mereka untuk melakukan pengecekan langsung. Tinggal kita lihat apa penyebabnya,” kata Arios saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).

Hingga saat ini, tim pemantau gunung api masih terus melakukan pengamatan lanjutan untuk memastikan penyebab munculnya gelombang di danau kawah, apakah dipengaruhi aktivitas vulkanik, pelepasan gas dari dasar danau, atau faktor alam lainnya.

Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Api Kelimutu (Magma-VAR) periode pengamatan 10 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, status Gunung Kelimutu masih berada pada level 1 (normal).

Baca juga: Fenomena Gelombang Muncul di Danau Kelimutu, Petugas Gunung Api Lakukan Pengamatan

Dalam laporan tersebut dijelaskan kondisi cuaca di kawasan Gunung Kelimutu bervariasi, mulai dari cerah, berawan, hingga hujan, dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 28 derajat Celsius. 

Curah hujan tercatat mencapai 15,7 milimeter per hari, dengan angin bertiup lemah ke arah selatan, barat, dan barat laut.

Secara visual, gunung teramati jelas dengan tingkat kabut rendah hingga sedang. Selama periode pengamatan, tidak teramati adanya asap kawah. 

Dari sisi kegempaan, tercatat dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3–11 milimeter dan durasi 53–67 detik. Tidak terdapat indikasi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Meski demikian, pihak berwenang tetap mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat dan wisatawan.

Masyarakat dan pengunjung diharapkan membatasi aktivitas di sekitar kawah, tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati danau kawah, serta tidak bermalam di dalam kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.

Pihak terkait memastikan akan terus menyampaikan informasi terbaru kepada publik setelah hasil pengamatan lapangan diperoleh dan dianalisis lebih lanjut. (bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.