Genangan Capai 95 Cm, BPBD Terjunkan Perahu Karet Evakuasi Warga di Jaksel
January 12, 2026 05:16 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Ibu Kota, khususnya di Cilandak Timur, Jakarta Selatan. 

Hingga Senin (12/1/2025), tercatat sebanyak 10 rukun tetangga (RT) di kawasan tersebut terdampak genangan dengan ketinggian air bervariasi, dan titik terdalam mencapai 95 sentimeter.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta menjelaskan, genangan terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta dan daerah penyangga sejak dini hari.

Kondisi tersebut diperparah oleh luapan saluran air dan melambatnya aliran sungai di sejumlah titik permukiman padat penduduk.

“Di Cilandak Timur, ketinggian air paling tinggi mencapai sekitar 95 sentimeter. Genangan ini berdampak pada aktivitas warga, termasuk akses jalan lingkungan dan kegiatan sekolah,” ujar Kapusdatin BPBD DKI Jakarta saat dikonfirmasi, Senin.

Untuk membantu mobilitas warga, BPBD menerjunkan perahu karet ke lokasi-lokasi terdampak.

Perahu tersebut tidak hanya digunakan untuk mengevakuasi warga lanjut usia dan kelompok rentan, tetapi juga membantu anak-anak berangkat ke sekolah yang terisolasi genangan.

Sejumlah petugas tampak menyusuri gang-gang sempit permukiman untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di rumah.

Selain di Cilandak Timur, banjir juga merendam wilayah lain di Jakarta dan sekitarnya.

Di Jakarta Selatan, kawasan Mampang kembali terdampak dengan genangan di beberapa ruas jalan utama dan permukiman warga.

Sementara itu, di Jakarta Utara, banjir juga dilaporkan menggenangi kawasan Pluit, yang dikenal rawan banjir rob dan limpasan air hujan.

BPBD DKI Jakarta memastikan upaya penanganan dilakukan secara terpadu. Lebih dari 600 unit pompa air disiagakan di berbagai titik rawan untuk mempercepat surutnya genangan.

Pompa-pompa tersebut dioperasikan secara maksimal, terutama di wilayah dengan cekungan dan daerah yang aliran airnya tersendat.

“Seluruh personel kami kerahkan, baik dari BPBD, PPSU, Dinas Sumber Daya Air, hingga unsur kelurahan dan kecamatan. Fokus kami adalah memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan genangan,” kata Kapusdatin.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta tinggi muka air sungai.

Warga diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, dan segera melapor kepada petugas jika membutuhkan bantuan evakuasi atau logistik darurat.

Proses evakuasi dan penanganan banjir masih berlangsung.

Petugas memastikan kondisi warga terdampak aman sembari menunggu genangan berangsur surut seiring berkurangnya intensitas hujan dan optimalisasi sistem pompa di lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.