Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Putus totalnya Jembatan Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, akibat banjir bandang dan longsor sejak akhir November 2025, membuat akses utama penghubung empat desa di wilayah tersebut lumpuh total.
Baca juga: Jurnalis Aceh Barat Serahkan Bantuan Korban Banjir untuk Wartawan dan Warga di Aceh Tengah
Hingga kini, Senin (12/1/2026), penyaluran bantuan kemanusiaan dan aktivitas masyarakat terpaksa dilakukan dengan cara berisiko tinggi menyeberangi sungai melalui tali sling.
Seorang relawan, Rahmad Maulizar, asal Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, berhasil menyalurkan bantuan dengan menyeberangi sungai menggunakan tali sling baja.
Saat berada di lokasi kejadian, Rahmad tampak duduk dalam ikatan tali sederhana yang digantung pada sling, melintas di atas derasnya arus sungai berwarna cokelat sambil membawa satu unit genset yang diikat tepat di bawah tempat duduknya.
Di sekitar lokasi, terlihat sisa rangka jembatan yang roboh serta kendaraan dan sepeda motor yang terpaksa berhenti di tepi sungai, akibat terputusnya akses darat menuju desa-desa terdampak.
Medan yang ekstrem memaksa relawan menyalurkan bantuan secara manual, satu per satu, demi memastikan logistik penting dapat sampai ke lokasi pengungsian warga Desa Bintang Pepara.
Baca juga: PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan dan Gelar Trauma Healing di Wilayah Terisolir Wih Dusun Jamat
Rahmad menyebutkan, genset yang disalurkannya merupakan bantuan dari Persatuan Dokter Spesialis Bedah Aceh.
Sementara itu, tandon penampungan air bersih berasal dari Universitas Teuku Umar (UTU).
Bantuan lainnya berupa minyak goreng, susu dan popok bayi merupakan donasi dari perusahaan air mineral di Jakarta, sedangkan peralatan dapur disumbangkan oleh PT Bagus Mulia.
Rahmad berharap, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadhan.
“Kondisi di lokasi pengungsian masih sangat terbatas, terutama kebutuhan listrik dan air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bintang Pepara, Misran mengapresiasi upaya relawan yang telah menyalurkan bantuan di tengah keterbatasan akses dan risiko keselamatan.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan genset, tandon penampungan air, peralatan dapur, dan sembako yang sangat kami butuhkan, terutama untuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan,” kata Misran.
Hingga saat ini, penyaluran bantuan ke wilayah tersebut masih dilakukan secara manual menggunakan tali sling.
Selain memakan waktu, metode ini juga menyimpan risiko keselamatan bagi para relawan, selama jembatan penghubung Desa Burlah belum dapat diperbaiki dan difungsikan kembali. (*)
Baca juga: FIFGROUP Aceh Tengah Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Desa Mendale dan Mongal