Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Warga Kampung Kalapa Cagak, Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, terpaksa melakukan swadaya untuk memperbaiki akses jalan yang rusak parah.
Diketahui, jalan yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Panimbang, Angsana, dan Sukaresmi tak kunjung tersentuh pembangunan selama 30 tahun.
Akibatnya, aktivitas warga, mulai dari petani, pelajar, hingga pedagang, kerap terganggu.
Salah seorang warga, Ubid, mengatakan perbaikan jalan dilakukan karena warga sudah terlalu lama menunggu perhatian pemerintah. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sering menimbulkan kecelakaan dan menghambat mobilitas masyarakat.
Baca juga: Gubernur Banten ‘Irit Bicara’ Soal Nasib Warga Lebakgedong 6 Tahun Tinggal di Huntara: Nanti
“Ini partisipasi masyarakat Kampung Kalapa Cagak yang sudah haus dengan jalan yang layak. Perbaikan ini murni swadaya warga,” ujar Ubid saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, karena jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan beberapa wilayah, dampaknya dirasakan oleh banyak warga lintas kecamatan.
“Akibat jalan rusak, mobilitas warga dan pelajar sangat terhambat. Ini jalur utama, tapi kondisinya sudah lama dibiarkan,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni, dapat segera turun tangan melakukan perbaikan secara menyeluruh.
“Kami berharap program Bang Andra bisa memperhatikan kondisi jalan ini. Antusiasme warga sangat tinggi demi kelancaran transportasi,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya, Iyan Tariyana, menyebutkan hingga kini warga baru mampu memperbaiki sekitar 700 meter jalan dari total panjang sekitar 1,8 kilometer.
“Yang baru diperbaiki sekitar 700 meter. Targetnya 1,8 kilometer, tapi masih bertahap karena keterbatasan dana,” ucapnya.
Menurut Iyan, jalan rusak telah menyebabkan banyak kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor.
“Banyak yang terguling. Petani mau ke sawah sering jatuh, ibu-ibu ke pasar juga sering jatuh, anak-anak sekolah pun sama. Mobil juga sering ambles dan tidak bisa bergerak,” tuturnya.