Aurelie Moeremans Ungkap Luka Lama Jadi Korban Child Grooming, Apa Artinya?
January 12, 2026 09:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Aktris Aurelie Moeremans akhirnya membuka kembali lembaran kelam dalam hidupnya yang selama ini tersimpan rapat. 

Dalam sebuah pengakuan emosional, Aurelie mengungkap trauma masa lalu ketika dirinya menjadi korban child grooming sejak usia remaja. 

Child Grooming adalah proses manipulasi yang disengaja dan bertahap yang dilakukan oleh orang dewasa (atau pihak yang lebih berkuasa) untuk mendekati, membangun kepercayaan, dan mengendalikan anak atau remaja, dengan tujuan eksploitasi, terutama eksploitasi seksual, emosional, atau psikologis.

Child grooming bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian langkah yang sering kali tampak “normal” di awal, sehingga korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi.

Apa Itu Child Grooming?

Secara sederhana, child grooming adalah upaya sistematis untuk membuat anak merasa aman, tergantung, dan terikat secara emosional, sebelum akhirnya pelaku melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

Pelaku biasanya:

Lebih tua

Lebih berpengalaman

Memiliki posisi dominan (emosional, ekonomi, atau sosial)

Korban sering kali merasa dipilih, dipahami, atau disayangi, padahal sebenarnya sedang diarahkan menuju situasi berbahaya.

• Inara Rusli Klarifikasi Soal Poligami dan Pernikahan Kedua dengan Insanul Fahmi

Pengalaman Pahit

Pengalaman pahit itu tidak hanya ia ceritakan secara terbuka, tetapi juga dituangkannya ke dalam sebuah buku memoar berjudul Broken String, yang menjadi ruang refleksi sekaligus penyembuhan bagi dirinya.

Buku memoar tersebut disusun dalam 24 bab, yang masing-masing merepresentasikan tahapan penting dalam perjalanan hidup Aurelie saat terjebak dalam relasi manipulatif dan penuh kekerasan. 

Dalam narasi bukunya, Aurelie menyamarkan identitas pelaku dengan nama Bobby, seorang pria yang pertama kali ia temui ketika dirinya masih berusia 15 tahun, sementara sang pria kala itu berumur sekitar 29 hingga 30 tahun.

Seiring berjalannya waktu, hubungan tersebut berkembang ke arah yang semakin mengkhawatirkan. 

Aurelie mengungkap bahwa pada puncaknya, ia pernah dipaksa menandatangani dokumen pernikahan dan menerima ancaman serius ketika usianya menginjak 18 tahun. 

Pernikahan yang dijalaninya selama sekitar 15 bulan justru berubah menjadi mimpi buruk yang sarat dengan kekerasan fisik dan tekanan mental.

Dalam pengakuannya, Aurelie menyebut dirinya tidak hanya mengalami kekerasan emosional, tetapi juga diperlakukan layaknya asisten rumah tangga. 

Ia harus mengerjakan pekerjaan domestik seperti mencuci pakaian, membersihkan rumah, hingga menyiapkan kopi untuk sang suami, semua itu dilakukan di bawah tekanan psikologis yang terus-menerus. 

Situasi tersebut membuatnya hidup dalam ketakutan dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Beruntung, setelah melalui masa-masa sulit tersebut, Aurelie akhirnya berhasil keluar dari lingkaran kekerasan dan membangun kembali hidupnya. 

Keberanian untuk menceritakan kisah ini pun mendapat dukungan penuh dari sang suami saat ini, Tyler Bigenho. 

Pria asal Amerika Serikat itu disebut sangat murka mengetahui Aurelie pernah menjadi korban child grooming di usia remajanya, sekaligus memberikan dukungan emosional agar istrinya dapat pulih sepenuhnya.

Kisah ini dibagikan Aurelie melalui akun Instagram pribadinya @aurelie, yang dikutip pada Minggu 11 Januari 2026.

Dalam unggahan tersebut, Aurelie membagikan sebuah video yang memperlihatkan perjalanan emosionalnya sekaligus mengajak publik untuk lebih peduli terhadap isu child grooming dan kekerasan dalam hubungan.

• Viral Kisah Kelam Masa Lalu Aurelie Moeremans, Ternyata Memiliki Profil Menarik

Melalui buku Broken String, Aurelie Moeremans berharap pengalamannya dapat menjadi pengingat sekaligus kekuatan bagi para penyintas lain bahwa mereka tidak sendirian, dan selalu ada jalan untuk keluar dari relasi yang menyakitkan.

Di video itu, Aurelie tampak bertanya pada ChatGPT soal makna dari surat pembatalan nikah dan izin untuk menikah kembali yang dikeluarkan oleh gereja. 

"Itu artinya Gereja sudah mengakui bahwa pernikahan yang dulu memang nggak pernah sah sejak awal," jawab ChatGPT.

"Di Katolik itu kan nggak ada yang namanya perceraian, tapi kalau misalnya pernikahan nggak pernah sah dari awal, ada yang namanya 'annulment'."

"Di Katolik kan nggak bisa menikah dua kali. Jadi kalau kamu dapat izin baru, artinya pernikahan lama itu memang, nggak pernah sah," ujar ChatGPT.

"Kalau misalnya ada orang nih, pakai surat yang enggak berlaku itu untuk membuktikan bahwa dia pernah menikah dengan aku. Itu artinya apa?" tanya Aurelie.

"Itu artinya dia menggunakan informasi yang tidak sah dan menyesatkan. Kalau dia memakai surat yang sudah jelas tidak berlaku, itu bisa dianggap sebagai bentuk fitnah atau penyebaran klaim palsu. Intinya dia mencoba membuktikan sesuatu yang sebenarnya enggak pernah sah di mata gereja," jelas GPT.

Mengetahui Aurelie Moeremans bongkar trauma masa lalu saat jadi korban child grooming, netizen dan sederet artis langsung ramai memberi dukungan. Bahkan, banyak pula yang menanyakan reaksi suami Aurelie usai kisah itu diungkap ke publik.

"Kak, gimana tanggepan paksu pas tau dan baca kisah kamu dulu yg bener2 menguras emosi itu," tanya seorang netizen.

Diakui Aurelie, sang suami mengaku sangat bangga pada dirinya lantaran mampu melewati hal sulit tersebut. Tak hanya itu, ia juga geram saat mendengar kisah child grooming yang dialami oleh Aurelie.

"Dia bangga dengan aku dan pastinya gak terima dulu aku pernah diperlakukan seperti itu," tulis Aurelie.

"Buat yang bingung, konteks dikit ya. Aku nulis buku tentang pengalaman aku mengalami kekerasan saat umur 15 tahun. Niatnya sederhana, berbagi, tanpa nyebut nama, tanpa nyerang siapa pun."

"Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi. Padahal caranya... justru berisiko buat dirinya sendiri. "

"Selama ini aku memilih diam. Tapi diam itu pilihan, bukan kewajiban. Dan setiap pilihan punya batas," tulisnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.