TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Isu lingkungan saat ini tidak lagi berhenti sebagai materi konseptual yang disampaikan melalui papan tulis atau buku paket.
Di jenjang SMP, kepedulian terhadap lingkungan telah bertransformasi menjadi aksi nyata yang terintegrasi langsung dalam kurikulum, khususnya melalui kegiatan kokurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Sekolah pun ditantang untuk tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menjadi contoh praktik berkelanjutan melalui pengelolaan limbah secara mandiri.
Melalui kegiatan kokurikuler bertema Gaya Hidup Berkelanjutan, siswa dilibatkan secara aktif dalam berbagai aktivitas pengolahan sampah, mulai dari pemilahan limbah, pembuatan eco-enzyme, hingga daur ulang dan upcycle barang bekas.
Aktivitas ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran ekologis, tetapi juga melatih tanggung jawab, kreativitas, dan kolaborasi siswa dalam menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan sekolah.
Namun, di balik antusiasme siswa dalam mengolah limbah, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi para guru dan tim fasilitator, yaitu menyusun perangkat administrasi kokurikuler yang lengkap, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
• Contoh Kokurikuler Anti Bullying yang Berdampak Nyata dan Kuat secara Administratif
Tanpa dukungan administrasi yang rapi, kegiatan bermakna tersebut berisiko tidak diakui secara formal dalam penilaian kinerja guru.
Administrasi kokurikuler yang tertata dengan baik menjadi “nyawa” dalam proses penilaian kinerja guru tahun 2026.
Dokumen-dokumen ini berfungsi sebagai bukti otentik bahwa projek “Mengolah Limbah Sekolah” bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah proses pembelajaran yang dirancang secara matang, dilaksanakan dengan tujuan yang jelas, dan dievaluasi secara objektif.
Selain itu, kelengkapan administrasi juga menjadi penguat pengakuan projek dalam e-Kinerja BKN dan Platform Merdeka Mengajar (PMM).
“Eco-Enzyme & Daur Upcycle”
Agar projek “Mengolah Limbah Sekolah” melalui kegiatan Eco-Enzyme dan Daur Upcycle diakui secara administratif dan profesional, Tim Fasilitator P5 di sekolah perlu menyiapkan sejumlah perangkat wajib berikut:
Dokumen Perencanaan Projek, yang memuat latar belakang, tujuan kegiatan, tema Gaya Hidup Berkelanjutan, serta keterkaitan dengan dimensi dan elemen Profil Pelajar Pancasila.
Modul atau Rencana Kegiatan Kokurikuler, berisi alur kegiatan pengolahan limbah, jadwal pelaksanaan, pembagian peran siswa, serta indikator keberhasilan.
Instrumen Asesmen dan Rubrik Penilaian, untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa, baik dari aspek sikap, pengetahuan, maupun keterampilan.
Dokumentasi Kegiatan, berupa foto, video, produk eco-enzyme, dan hasil karya upcycle sebagai bukti pelaksanaan projek.
Laporan Pelaksanaan dan Evaluasi, yang mencakup refleksi guru dan siswa, capaian projek, kendala yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut.
Rekapitulasi Keterlibatan Guru dan Siswa, sebagai bukti dukungan dan peran aktif dalam kegiatan kokurikuler.
Dengan perangkat administrasi yang lengkap dan akuntabel, projek kokurikuler Eco-Enzyme & Daur Upcycle tidak hanya memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah, tetapi juga menjadi praktik baik yang bernilai strategis bagi peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisme guru di era kurikulum merdeka.
1. SK Tim Fasilitator Projek (Landasan Legalitas)
Dokumen pertama yang wajib ada adalah Surat Keputusan (SK) dari Kepala Sekolah.
SK ini mencantumkan peran masing-masing guru (Koordinator, Sekretaris, atau Fasilitator Kelas) beserta pembagian jam pelajaran (JP) kokurikuler.
Tanpa SK ini, peran guru dalam projek tidak bisa diklaim sebagai tugas tambahan di SKP.
2. Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan
Modul ini bertindak sebagai kompas kegiatan. Isinya meliputi:
- Target Dimensi: Beriman & Bertakwa (Akhlak terhadap alam) dan Kreatif.
- Tahapan Aksi: Mulai dari audit sampah sekolah, proses pembuatan produk (seperti pupuk cair atau kerajinan plastik), hingga strategi kampanye bebas sampah.
- Integrasi Mapel: Kaitan dengan IPA (Siklus penguraian) dan Ekonomi (Nilai ekonomis sampah).
3. Jurnal Observasi Profil Pelajar Pancasila
Guru fasilitator wajib memiliki buku saku atau jurnal digital untuk mencatat perkembangan karakter siswa.
Apakah siswa mulai terbiasa memilah sampah? Apakah mereka mampu bekerja sama dalam tim? Catatan ini menjadi dasar pengisian Rapor Projek di akhir semester.
4. Bukti Fisik Produk & Laporan Dokumentasi
Administrasi kokurikuler belum lengkap tanpa dokumentasi foto dan video.
Pastikan ada foto sebelum (tumpukan sampah) dan sesudah (produk jadi). Produk akhir ini adalah bukti nyata keberhasilan implementasi program kokurikuler sekolah.
Identitas Kegiatan
- Nama Projek: Eco-Preneur: Mengolah Limbah Sekolah
- Tema P5: Gaya Hidup Berkelanjutan
- Fase/Kelas: Fase D (VII–IX SMP)
- Alokasi Waktu: 54 JP (dilaksanakan dalam sistem blok 1–2 minggu)
- Target Peserta Didik: Reguler
Tujuan Kegiatan
- Memahami dampak sampah terhadap lingkungan sekolah
- Mengembangkan solusi kreatif melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi
- Menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang peduli lingkungan
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
- Beriman dan Berakhlak Mulia: Akhlak terhadap alam
- Gotong Royong: Kerja sama dalam kelompok
- Kreatif: Menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Alur Kegiatan
Tahap Pengenalan
- Sosialisasi projek dan tema P5
- Observasi jenis sampah di kantin, kelas, dan halaman sekolah
- Diskusi pakar atau menonton video edukatif tentang daur ulang
Tahap Kontekstualisasi
- Analisis masalah limbah spesifik (plastik, kain, kertas)
- Riset ide produk daur ulang bernilai jual
Tahap Aksi
- Desain dan perencanaan produk
- Produksi karya daur ulang secara berkelompok
- Branding dan promosi (poster, video kampanye)
Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut
- Gelar karya (Market Day)
- Evaluasi kendala dan dampak lingkungan
- Komitmen lanjutan untuk pemilahan sampah
Kaitan Mata Pelajaran
- IPA: Ekosistem dan daur ulang
- Ekonomi: Kewirausahaan
- Bahasa Indonesia: Laporan dan iklan produk
Asesmen
- Diagnostik: Tanya jawab awal tentang pemahaman sampah
- Formatif: Jurnal refleksi harian dan observasi kerja kelompok
- Sumatif: Penilaian produk akhir dan presentasi
Bukti Dukung
- Foto kegiatan
- Jurnal siswa
- Poster produk
- Laporan akhir projek
- Tautan konten digital (video, desain logo)
Dokumen Pendukung
- SK Penugasan Guru
- Rencana Pelaksanaan Projek (RPPj)
- Rubrik Penilaian
- Surat Izin Kegiatan
- Lembar Observasi dan Refleksi