SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemkab Mojokerto mengoptimalkan seluruh sumber daya guna memaksimalkan penanganan pasca insiden keracunan massal yang menimpa siswa, santri, tenaga pendidik hingga wali murid di Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Peristiwa ini diduga dipicu usai mereka mengkonsumsi soto ayam, dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Jumat (9/1/2026) lalu.
Baca juga: Ratusan Siswa 7 Sekolah Keracunan MBG di Mojokerto, Anggota DPRD Jatim Desak Evaluasi SPPG
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto, Yo'ie Afrida Soesetyo Djati, menjelaskan saat ini pihaknya bersama sejumlah lembaga pendidikan terkait masih terus menginventarisasi terhadap siswa yang terdampak keracunan menu MBG.
"Inventarisasi siswa yang terdampak masih terus berproses, untuk data yang valid dari sekolah jenjang SD dan SMP," kata Yo'ie Afrida, Senin (12/1/2026).
Yo'ie menegaskan Dindik telah menginstruksikan pada seluruh Kepsek (Kepala sekolah) yang bersangkutan untuk memprioritaskan kesehatan siswa.
"Kita sampaikan kepada kepala sekolah, bahwa kesehatan siswa adalah prioritas utama. Kalau belum pulih, siswa diberikan dispensasi," tandas Yo'ie Afrida.
Hasil pendataan sementara yang terhadap lembaga pendidikan terdampak program MBG pada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Wonodadi, Kutorejo meliputi.
1. SMPN 2 Kutorejo
Dengan jumlah siswa penerima manfaat (MBG) sebanyak 666 siswa, dengan total jumlah terdampak mencapai 293 anak. Sebanyak 164 siswa mengalami gejala ringan (Pusing/ mual). Gejala sedang (Muntah, diare dan lemas) sebanyak 68 anak. Siswa dirawat inap di rumah sakit sebanyak 35 anak. Keluarga yang terdampak (Ortu/Nenek/kakek) sekitar 26 orang.
2. SMP swasta Al Hidayah
Jumlah siswa yang menerima program MBG sebanyak 180 siswa, total terdampak 112 orang. Dengan rincian, siswa mengalami gejala ringan (Pusing, muntah/mual/diare) sebanyak 90 anak dan ustadz/ ustadzah 5 orang. Siswa dirawat di rumah sakit/ puskesmas sebanyak 26 anak dan satu orang guru.
3. SDN Singowangi
Jumlah siswa yang menerima manfaat program MBG sebanyak 257 siswa, dengan total terdampak sebanyak 57 orang. Siswa mengalami gejala ringan (Pusing/mual) sebanyak 22 anak. Gejala sedang (Muntah, diare/lemas) 30 anak. Siswa dirawat di rumah sakit/ puskesmas sebanyak 5 anak.
4. SDN Wonodadi 1
Jumlah siswa yang menerima manfaat program MBG sebanyak 92 siswa, dengan total terdampak sebanyak 24 orang. Siswa mengalami gejala (Mual/muntah/pusing) sebanyak 21 anak. Siswa dan orangtua yang dirawat di rumah sakit/ puskesmas sebanyak 3 orang.
5. SDN Wonodadi 2
Jumlah siswa yang menerima manfaat program MBG sebanyak 78 siswa, dengan total terdampak sebanyak 23 orang. Siswa dan orangtua mengalami gejala (Mual/pusing) sebanyak 5 orang. Siswa dan orangtua gejala sedang (Muntah/diare/lemas) sebanyak 16 orang. Sedangkan, siswa dan orangtua yang dirawat di rumah sakit/ puskesmas sebanyak 2 orang.
Jika ditotal keseluruhan jumlahnya sekitar 533 orang.
Dari data di atas, siswa maupun orangtua dan tenaga pendidik yang dirawat di sejumlah Fasyankes meliputi:
1. RSUD Soekandar, Mojosari
2. RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Kota
3. RSI Arofah, Mojosari
4. RS Sumber Glagah, Pacet
5. RS Kartini, Mojosari
6. RS Mawaddah
7. RS Sidowaras, Bangsal
8. RS Dian Husada, Sooko
9. Klinik Griya Medika
10. Puskesmas Kutorejo
11. Puskesmas Pacet
12. Puskesmas Dlanggu