TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Puluhan calon pengantin di Kabupaten Garut, Jawa Barat diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Masagi Wedding Organizer.
Kasus ini pun viral di media sosial setelah sejumlah korban membagikan pengalaman mereka melalui unggahan dan kolom komentar.
Saat ini tercatat sebanyak 40 orang yang diduga menjadi korban.
Para korban kemudian membentuk grup komunikasi bernama "Korban Masagi".
Berdasarkan pendataan dalam grup tersebut, total kerugian yang dialami para klien mencapai Rp421.757.500.
Sementara kerugian yang dialami para vendor pernikahan mencapai Rp127.680.000.
Baca juga: Puluhan Calon Pengantin di Garut Jadi Korban Penipuan Masagi WO, Kerugian Tembus Rp549 Juta
Total kerugian keseluruhan ditaksir mencapai Rp549.437.500.
Para korban sudah melaporkan pelaku ke polisi
Menariknya, sebelum kasus penipuan ini meledak, terduga pelaku AM sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 20 Desember 2025 dalam perjalanan Garut-Bandung.
Kabar hilangnya AM sempat viral di Facebook dan TikTok dengan narasi AM pingsan di dalam kendaraan umum (Elf) akibat penyakit lambung.
Namun, hilangnya AM kini diduga kuat merupakan modus untuk melarikan diri dari tanggung jawab kepada para klien dan vendor.
Dalam informasi yang dibagikan pihak keluarga, AM diketahui hilang di kawasan Ujung Berung atau kawasan Terminal Cicaheum.
Dalam unggahan tersebut, ia meminta warga yang menemukan AM untuk membawa ke rumah sakit atau ke kantor polisi terdekat.
"Saya tidak mempermasalahkan barang yang hilang, saya mohon bantuan apa pun, tapi saya mohon adik saya semoga dalam keadaan sehat," tulisnya.(*)