TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan penghargaan istimewa kepada mahasiswa berprestasi yang berhasil meraih medali pada ajang The 33rd Southeast Asian Games (SEA Games) 2025 di Thailand.
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan capaian luar biasa tersebut, UPI membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama dua semester bagi para mahasiswa peraih medali.
Penghargaan ini menjadi wujud nyata komitmen UPI dalam mendukung dan memfasilitasi prestasi mahasiswa, khususnya di bidang olahraga.
Pada ajang olahraga multi-event terbesar di Asia Tenggara yang berlangsung pada 9–20 Desember 2025 di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla itu, sivitas akademika UPI sukses menyumbangkan total 15 medali untuk kontingen Indonesia.
Raihan tersebut terdiri atas 2 medali emas, 6 medali perak, dan 7 medali perunggu yang diperoleh dari tujuh cabang olahraga, yakni Rowing, Dragon Boat, Baseball 5, Squash, Futsal Putri, Hockey, dan Polo Air.
Baca juga: Indonesia Peringkat 2 SEA Games 2025: Triathlon Cetak Sejarah, Balap Sepeda Dominan
Sebanyak 14 sivitas akademika UPI tercatat sebagai peraih medali, terdiri dari 13 mahasiswa dan 1 dosen.
“Pembebasan UKT ini merupakan bentuk apresiasi universitas atas capaian prestasi tertinggi para mahasiswa di SEA Games,” ujar Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Yudhi Sukmayadi, Senin (12/1/2026).
Menurut Prof. Yudhi, prestasi tersebut merupakan kebanggaan besar bagi UPI, sekaligus indikator kuat potensi atlet-atlet mahasiswa UPI untuk bersaing di level internasional.
Ia menegaskan bahwa universitas berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan olahraga prestasi mahasiswa secara berkelanjutan.
Selain kebijakan pembebasan UKT, UPI juga akan memperkuat dukungan terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga melalui peningkatan fasilitas dan perlengkapan, serta sistem latihan yang lebih terprogram dan terstruktur.
“Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa pada kompetisi nasional maupun internasional di masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Yudhi menambahkan bahwa UPI terus memperkuat sistem pembinaan olahraga melalui pelatihan intensif dan terarah agar prestasi di tingkat internasional dapat terus meningkat dan berkesinambungan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI, Prof. Dr. Komarudin, M.Pd., menuturkan bahwa optimalisasi sarana dan prasarana menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas atlet.
Fasilitas yang ditingkatkan mencakup lapangan latihan hingga alat pendukung di berbagai cabang olahraga.
“UPI juga membuka ruang regenerasi atlet melalui kerja sama dengan lembaga pembinaan seperti Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC). Para alumninya kini mulai diarahkan untuk melanjutkan studi sekaligus pembinaan prestasi di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI,” ujar Prof. Komarudin.
Dari sisi perolehan medali, cabang Hockey menjadi penyumbang terbanyak dengan total lima medali, terdiri dari dua perak dan tiga perunggu.
Disusul cabang Dragon Boat yang meraih tiga medali, yakni satu emas dan dua perak. Cabang Rowing menyumbangkan satu emas dan satu perunggu, sementara Squash meraih dua medali perunggu.
Adapun cabang Baseball 5, Futsal Putri, dan Polo Air masing-masing menyumbangkan satu medali.
Secara individu, atlet UPI Nurevani Feraliana tampil sebagai peraih medali terbanyak dengan koleksi tiga medali dari cabang Dragon Boat, terdiri atas satu emas dan dua perak.
Selain itu, Salma Maulani juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua medali dari cabang Hockey, yakni satu perak dan satu perunggu.
Tak hanya melalui atlet, kontribusi UPI di SEA Games 2025 juga datang dari peran dosen sebagai pelatih dan ofisial tim nasional Indonesia.
Sejumlah dosen UPI terlibat aktif, di antaranya Prof. Dr. Yun Yun Yudiana, M.Pd. sebagai ofisial, Prof. Dr. Dik Dik Jafar Sidik, M.Pd. sebagai pelatih angkat besi, Dr. Dede Rohmat Nurjaya, M.Pd. sebagai pelatih dayung, Dr. Ira Purnamasari, M.Pd. sebagai pelatih judo, Dr. Asep Sumpena, M.Pd. sebagai pelatih taekwondo, serta Kuston Sultoni, S.Si., M.Pd., Ph.D. dan Ivan Firdaus, M.Pd. sebagai pelatih gateball.(*)