Populer: Prabowo Ingin Kemiskinan Ekstrem Hilang; RDMP Balikpapan Beroperasi
kumparanBISNIS January 13, 2026 06:19 AM
Kabar mengenai Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan kelompok kemiskinan ekstrem desil 1 dan 2 untuk dapat di atas hingga tahun 2029 menjadi salah satu berita populer sepanjang Senin (12/1).
Selain itu, terdapat juga Prabowo yang telah meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin (12/1). Berikut ringkasannya.
Prabowo Target Kemiskinan Ekstrem di RI Hilang 2029
Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya penduduk yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Ia menargetkan pengentasan kelompok desil 1 dan 2, yang merupakan lapisan kesejahteraan terendah, paling lambat pada 2029.
“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029 bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya, kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi,” ujar Prabowo dalam peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dikutip Selasa (13/1).
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia sebagai negara maju. Ia menilai Indonesia memiliki modal dan rekam jejak prestasi untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
“Indonesia berprestasi, Indonesia bisa berprestasi, Indonesia akan berprestasi dan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang baik negara yang maju, negara yang sejahtera,” sebut Prabowo.
RDMP Balikpapan Senilai Rp 123 T Diresmikan
Prabowo telah meresmikan proyek RDMP Balikpapan pada Senin (12/1) dengan total nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun.
Proyek ini menjadikan Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) sebagai kilang terbesar di Indonesia, dengan peningkatan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
“Tentunya saya menyambut bahagia dan sangat bangga atas peresmian hari ini, dan saya ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, pihak, dan jajaran personalia, sehingga kita berhasil mencapai hari ini. Ini prestasi yang sangat penting bagi bangsa,” kata Prabowo saat meresmikan RDMP Balikpapan di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip Selasa (13/1).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan RDMP Balikpapan merupakan proyek terintegrasi dalam satu ekosistem dengan infrastruktur Terminal Minyak Lawe-lawe yang terhubung melalui pipa gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 kilometer.
Bahlil menambahkan, RDMP Balikpapan menjadi proyek RDMP pertama yang diresmikan dalam 32 tahun terakhir. Sebelumnya, Pertamina terakhir kali menyelesaikan proyek serupa di Kilang Balongan pada 1994.
“RDMP mempunyai makna tersendiri dalam konteks kedaulatan energi, karena sejak 32 tahun lalu terakhir kita meresmikan RDMP, tepatnya pada tahun 1994 di Jawa Barat, Balongan,” jelas Bahlil.
Ia memastikan, dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, pemerintah tidak akan lagi menerbitkan izin impor solar CN 48 mulai awal 2026, disusul penghentian impor solar CN 51 pada semester II 2026.