TRIBUNNEWS.COM - Semua berjalan sempurna. Di saat Inter Milan dan Napoli meraih hasil imbang, Juventus melesat dengan merebut kemenangan aas Cremonese 5-0 di Stadion Juventus, Turin, Selasa (13/1/2026).
Tim asuhan Luciano Spalletti tidak membuang kesempatan atas momen di atas, Kenan Yidiz dan kolega secara 'brutal' menghajar gawang Cremonese yang dijaga oleh kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.
Juventus begitu superior untuk Cremonese yang hanya memberikan satu kesempatan tim lawan melepaskan satu tembakan tepat sasaran selama 2x45 menit waktu pertandingan.
Sementara Juventus menghasilkan 16 peluang, sepuluh di antaranya mengarah tepat ke gawang Audero.
Lima belas menit babak pertama baru berjalan, Si Nyonya Tua -julukan Juventus- sudah unggul dua gol, lewat gol Gleson Bremer dan Jonathan Davids.
Lalu Kenan Yildiz lewat titik penalti, dan dua gol lagi dari bunuh diri Terracciano hingga ditutup oleh McKennie.
Hasil itupun membuat Juventus merangkak ke posisi 3 klasemen Liga Italia melewati Roma dan Napoli.
Secara peluang, Napoli Bersama duo Milan bisa saja menjauh dari kejaran Juventus yang kini mengoleksi total 39 poin dari 20 laga.
Tetapi ketiga tim papan atas Serie A di atas memiliki satu laga tunda yang belum dimainkan, dan jika berhasil meraih kemenangan tentunya akan semakin sulit dalam persaingan Scudetto musim ini.
Baca juga: Hasil Adil Inter, Napoli, dan Milan, Roma Manfatkan Situasi, Juventus Mengintai
Sesuai prediksi Capello beberapa Waktu lalu yang melihat sinyal bagus dari Juventus dan Roma.
Keduanya dinilai masih memiliki peluang juara musim ini karena performa yang gemilang di bawah asuhan dan Gasperini.
Laga-laga yang akan menjadi penentuan di kemudian hari adalah duel sesama tim papan atas.
Tapi di sisi lain, Spalletti enggan berpuas diri, dan menganggap level timnya masih di bawah Inter dan Napoli musim ini.
Keduanya berduel akhir pekan kemarin di San Siro dengan hasil akhir 2-2. Laga dengan penuh intensitas dan ketegangan.
"Saya menonton pertandingan Inter-Napoli tadi malam, mereka menunjukkan level sepak bola tinggi, terbuka, dan menyerang, dengan karakter dan ide-ide yang mewakili pelatih mereka," ucap Spalletti usai menang 5-0 atas Cremonese, dikutip dari Football Italia.
"Saya rasa kita perlu banyak meningkatkan kemampuan untuk mencapai level mereka, dan kita perlu mengambil langkah dengan cepat."
Sejak mengambil alih Juventus pada November tahun lalu dan memimpin Si Nyonya Tua, Spalletti sudah menghasilkan 24 poin yang membuat mereka ikut persaingan juara musim ini.
Pelatih berusia 66 tahun itu hanya bersifat sementara di Juventus.
Ia menggantikan Igor Tudor dengan kontrak sampai akhir musim ini dan dengan klausul tanpa perpanjangan.
Spalletti tidak ambil pusing dengan kondisi itu, meski timnya saat ini berjalan di jalan yang benar.
Ia lebih lega ketika dapat melihat anak asuhnya bermain dengan baik dan menimbulkan kegembiraan kepada sekitar.
"Saya sydah mengatakan bahwa saya satu-satunya orang yang tidak membutuhkan kontrak saat ini," bebernya.
"Saya hanya ingin melihat para pemain ini memberi saya kegembiraan dan saya rasakan dari sepak bola ketika saya mulai bermain sebagai seorang anak dan kemudian melatih di kemudian hari."
"Itulah yang membuat perbedaan bagi saya," jelasnya.
Kondisi tersebut mengingatkan akan osok Claudio Ranier yang musim lalu menjadi penyelamat untuk Roma sebelum ditangani Gasperini saat ini.




















(Tribunnews.com/Sina)