Muncul Pengakuan Eks ART Denada, Buka Suara Soal Isu Telantarkan Anak, Ternyata Pernah Ketemu Ressa
January 13, 2026 08:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan asisten rumah tangga (ART) Denada, buka suara soal isu sang majikannya dulu telah menelantarkan anak kandung.

ART Denada ini bernama Sopiah. Ia buka suara soal sosok Ressa Rizky Rossano.

Sebelumnya, Ressa Rizky Rossano menggugat Denada Rp7 miliar atas dugaan menelantarkan anak.

Menanggapi hal itu, Sopiah mantan ART Denada yang telah bertahun-tahun bekerja akhirnya menguak pengakuan soal sosok Ressa yang mengaku anak kandung sang pedangdut.

Sopiah mengaku tidak pernah mendengar isu soal Denada menelantarkan anaknya.

"Kalau saya sih enggak pernah mendengar ada isu apa gitu, enggak ada," kata Sopiah dilansir Youtube Cumi-cumi, Senin (12/1/2026).

KLARIFIKASI -- Pihak Denada membantah tuduhan penelantaran anak atas gugatan yang dilayangkan Ressa Rizky Rossano (24) asal Banyuwangi, pernah membelikan mobil
KLARIFIKASI -- Pihak Denada membantah tuduhan penelantaran anak atas gugatan yang dilayangkan Ressa Rizky Rossano (24) asal Banyuwangi, pernah membelikan mobil (Instagram/denadaindonesia)

Menurut Sopiah, ia hanya mengetahui anak Denada Tambunan hanyalah seorang saja, yaitu Shakira Aurum.

"Intinya saya tahunya anak mbak Dena tu Shakira doang, kalau sekarang kan namanya menjadi Aisyah," terangnya.

Meski begitu, Sopiah juga mengakui bahwa dirinya pernah bertemu Ressa, namun tidak mengetahui jika itu anak mantan majikannya.

"Saya sih pernah ketemu ni anak (Ressa) tapi gak tahu kalau itu anak mbak Dena," terangnya.

Diakui Sopiah, ia sering bertemu Ressa di rumah Emilia Contessa, ibu Denada.

"Setahu saya dari dahulu memang anak tersebut selalu sama Ibu Emil (panggilan mendiang Emilia Contessa). Beliau (mendiang Emilia Contessa) bilang kalau anak itu bukan anak Mbak Denada. Mungkin saudaranya atau anak siapa gitu, gak tahu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sopiah mengatakan jika sekarang Ress mengaku Denada ia menanggap salah.

"Tapi kalau sekarang bilang anaknya mbak Dena ya itu salah, saya emang pernah lihat, soalnya saya kalau lebaran diajak ke sana (Banyuwangi). Bisa dua minggu sebelum mendiang Ibu Emil meninggal," jelasnya.

Denada Bantah Telantarkan Anak

Sementara, Denada diwakilkan kuasa hukumnya, Muhammad Ikbal membantah keras menelantarkan anak kandungnya.

Menurut Ikbal, Denada membelikan mobil untuk Ressa dan mengirimkan uang.

"Oh, enggak ada kalau penelantaran itu, wong dibelikan mobil, ada transferan juga," kata Ikbal, dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (12/1/2026).

"Intinya kita menangkis semua itu," sambungnya.

Muhammad Ikbal mengaku sudah mengumpulkan bukti-bukti untuk digunakan di persidangan.

"Yang jelas kita bukti-bukti ada semua ya. Tinggal ngasih ke hakimnya aja kok," ujar Ikbal.

"Kalau masalah nanti detailnya ya sabar dululah. Tunggu persidangan," lanjutnya.

Soal gugatan tersebut, Ikbal mengatakan pemilik nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu menanggapi santai.

"Kalau selama ini ya santai-santai, ya semua kan keluarga bisa dibicarakan mungkin gitu," terangnya.

Adapun Denada resmi digugat dan dituntut ganti rugi sebesar Rp7 miliar.

Gugatan dilayangkan Ressa telah teregister di PN Banyuwangi pada 26 November 2025, dengan nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN.Byw.

Rencananya sidang mediasi kedua Ressa Rizky Rossano melawan Denada Tambunan sendiri bakal digelar 15 Januari 2026.

Sebelumnya, Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya telah mengikuti proses di pengadilan dan mengunjungi Banyuwangi. 

Pihak sang penyanyi telah mengikuti mediasi di pengadilan setempat beberapa waktu lalu setelah menerima panggilan sidang. 

Menurut kuasa hukum, pemilik nama asli Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu hanya mendapatkan panggilan sidang sebanyak sekali.

Padahal menurut klaim pengadilan, surat panggilan sidang telah dikirim sebanyak tiga kali.  

"Panggilan sidang sebenarnya sudah dilakukan tiga kali. Namun, yang sampai ke Mbak Denada hanya satu kali. Setelah itu, Mbak Denada menunjuk saya sebagai kuasa hukumnya, itupun panggilannya tanpa disertai surat gugatan," papar Iqbal, dikutip dari TribunJatim-Timur, Jumat.  

Alhasil, pihak Denada baru mengetahui isi gugatan setelah mediasi dilakukan. 
 
Sebagai informasi, perkara ini bermula ketika Ressa Rizky Rossano mengajukan gugatan perdata ke PN Banyuwangi terhadap Denada.

Ressa mengklaim dirinya sebagai anak kandung yang dititipkan Denada kepada keluarga di Banyuwangi sejak bayi, namun tidak diakui dan tidak dinafkahi selama 24 tahun. 

Dalam gugatannya, Ressa menuntut ganti rugi materiil senilai miliaran rupiah sebagai kompensasi atas biaya hidup dan pendidikan yang disebut tidak dipenuhi selama puluhan tahun.

Duduk Perkara

Sebelumnya, Ressa mengklaim sebagai anak kandung Denada yang lahir pada 2002, saat sang penyanyi masih duduk di bangku SMA.

Gugatan yang terdaftar dengan nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN.Byw di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi ini menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp 7 miliar atas dugaan perbuatan melawan hukum berupa penelantaran anak.

Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, menjelaskan bahwa nilai gugatan Rp 7 miliar tersebut merupakan hasil penghitungan akumulasi biaya hidup kliennya sejak lahir hingga dewasa.

"Itu berdasarkan penghitungan akumulasi biaya sejak Ressa kecil hingga usia remaja. Mulai biaya pendidikan dari SD sampai SMA, uang saku, biaya hidup, dan lain-lain," ujar Firdaus.

Ressa mengaku selama 24 tahun hidupnya tidak pernah mendapatkan nafkah langsung maupun pengakuan hak-hak sebagai anak dari Denada.

Dititipkan Demi Meniti Karir

Berdasarkan keterangan pihak penggugat, Ressa lahir pada tahun 2002.

Saat masih bayi, diduga Ressa dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi untuk dititipkan kepada kerabat neneknya, mendiang Emilia Contessa, agar tidak mengganggu karier Denada yang saat itu sedang menanjak.

Sejak itu, Ressa dibesarkan oleh bibi Denada di Banyuwangi. Kebutuhan hidupnya selama ini dipenuhi oleh neneknya.

Setelah Emilia Contessa wafat, kondisi ekonomi keluarga memburuk.

Ressa terpaksa putus kuliah dan kini bekerja sebagai penjaga Warung Madura yang beroperasi 24 jam.

Firdaus menambahkan bahwa di lingkungan keluarga besar, status Ressa sebagai anak Denada sebenarnya bukan rahasia.

Namun, saat Ressa mencoba meminta kejelasan, Denada secara tegas menolak mengakui hubungan darah tersebut.

Ibu Asuh Jatuh Sakit

Diketahui, Ressa selama ini diasuh oleh Dino Rossano Hansa, Adik kandung Emilia Contessa sejak bayi di Banyuwangi.

Meski sudah mengetahui Denada diduga adalah ibu kandungnya, Ressa awalnya tak berniat menggugat sang ibunda.

Namun melihat adanya perlakuan tidak menyenangkan dari pihak keluarga dekat Denada yang menjadi titik habis kesabaran mereka.

Gugatan tersebut dipicu oleh kondisi kesehatan mental istri Dino Rossano yang merawat Ressa menurun drastis akibat tekanan dari pihak Denada.

Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono sekaligus menantu dari Dino Rossano Hansa, mengungkapkan bahwa selama 24 tahun ibunya dengan tulus merawat Ressa tanpa mengharapkan imbalan materi apa pun dari Denada.

Firdaus mengungkapkan bahwa Denada disebut tidak pernah sepeserpun memberikan nafkah tanggungjawab terhadap anaknya.

"Adanya penekanan secara psikis kepada ibu saya yang selama ini 24 tahun memberikan bantuan mengasuh anak itu yang sepeserpun tidak pernah menerima sama sekali uang jasa dari Denada meski tidak pernah meminta," ujar sang pengacara dengan nada kecewa, dikutip Tribunsumsel.com dari tayangan Cumicumi, Minggu (11/1/2026).

Namun, ketulusan tersebut justru berujung pada konflik yang menyakitkan.

Firdaus menyebutkan adanya perlakuan tidak menyenangkan dari pihak keluarga dekat Denada yang menjadi titik habis kesabaran mereka.

"Akan tetapi ada serangan dari adik Denada yang memicu saya untuk mengajukan gugatan itu, karena yang saya lihat mental dari ibu saya itu sudah betul-betul hampir pingsan dan jatuh sakit yang melatarbelakangi saya ajukan gugataan," tegasnya.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.