TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Di tengah kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang memilih tidak memperpanjang kontrak PPPK angkatan 2021, Pemerintah Kabupaten Trenggalek justru mengambil langkah berbeda.
Di bawah kepemimpinan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, kontrak PPPK angkatan pertama resmi diperpanjang.
Sebanyak 95 orang PPPK angkatan 2021 di Kabupaten Trenggalek telah menerima perpanjangan kontrak selama tiga tahun, terhitung sejak 30 Desember 2025. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para aparatur PPPK yang sebelumnya diliputi kekhawatiran soal masa depan status kerja mereka.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi dan Kinerja BKPSDM Kabupaten Trenggalek, Indrayana Anik Rahayu, menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak PPPK dilakukan dengan sejumlah pertimbangan. Di antaranya, formasi masih dibutuhkan, ketersediaan anggaran daerah mencukupi, serta kinerja dan kedisiplinan pegawai dinilai baik.
Baca juga: Siapa Sosok Roby Tremonti yang Viral di Media Sosial dan Apa Hubunganya dengan Buku Aurelie?
“Terakhir kita perpanjang sebanyak 95 guru PPPK angkatan 2021, dan semuanya diperpanjang,” ujar Indrayana, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan, sesuai arahan Bupati Trenggalek, masa perpanjangan kontrak PPPK ditetapkan selama tiga tahun dan akan dievaluasi secara berkala berdasarkan kinerja.
Meski demikian, tidak semua PPPK dapat melanjutkan masa tugasnya. BKPSDM mencatat terdapat satu PPPK yang diberhentikan karena pelanggaran disiplin berat, yakni terjerat perkara pidana dan telah berkekuatan hukum tetap. Selain itu, terdapat tiga PPPK yang mengundurkan diri, seluruhnya berasal dari tenaga kesehatan.
“Alasan pengunduran diri beragam, ada yang ingin mencari pekerjaan lain di luar pemerintah daerah, ada juga yang ingin melanjutkan pendidikan,” jelas Indrayana.
Sosok Mas Ipin, Bupati Muda dengan Rekam Jejak Nasional
Kebijakan perpanjangan kontrak PPPK ini semakin menegaskan karakter kepemimpinan Mas Ipin yang dikenal dekat dengan aparatur dan masyarakat.
Bupati Trenggalek ini juga memiliki kiprah yang melampaui daerah.
Pada 15 Februari 2025, Mas Ipin resmi ditetapkan sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) untuk sisa periode 2021–2026.
Apkasi sendiri menaungi 416 pemerintah kabupaten dan berperan strategis dalam menjembatani kepentingan pusat dan daerah.
Lahir di Surabaya pada 7 April 1990, Mas Ipin mencatat sejarah sebagai wakil bupati termuda di Indonesia saat mendampingi Emil Dardak pada 2016. Namanya bahkan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).
Karier politiknya berlanjut ketika ia menjabat Plt Bupati Trenggalek pada 2019, lalu terpilih sebagai bupati definitif pada Pilkada 2020.
Pada Pilkada 2024, pasangan Ipin–Syah Mohammad Natanegara menang telak melawan kotak kosong dengan perolehan suara 80,8 persen dan akan dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025.
Sebelum terjun ke politik, Mas Ipin sempat berkarier di dunia musik dengan mendirikan band Marsmellow.
Namun, latar belakang keluarga sederhana dan wasiat sang ayah mendorongnya kembali ke Trenggalek untuk mengabdi.
Ia merupakan lulusan Universitas Dr. Soetomo Surabaya dan meraih gelar magister dari Universitas Airlangga pada 2023.
Sejumlah program kepemimpinan internasional juga pernah diikutinya, mulai dari Harvard hingga Washington DC.
Dengan latar belakang tersebut, Mas Ipin kini dikenal sebagai salah satu kepala daerah muda paling berpengaruh, baik di level regional maupun nasional.
(tribunmataraman.com)