POS-KUPANG.COM - Peringatan Dini BMKG Cuaca Maritim NTT Hari Ini, 13 Januari 2026.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mengingatkan nelayan dan para operator kapal agar mewaspadai poteni gelombang tinggi hingga 2,5 Meter di Sejumlah Perairan NTT 13-15 Januari 2026.
BMKG menyebut gelombang tinggi berpotensi laut 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, antara lain Selat Sape bagian utara dan selatan, Perairan Utara dan Selatan Flores, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba bagian barat dan timur, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Utara Sabu–Raijua, Perairan Utara Kupang–Rote, serta Perairan Selatan Timor–Rote.
BMKG mengimbau pengguna jasa transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: BMKG Perkirakan Cuaca NTT Hari Ini, Selasa 13 Januari 2026 Didominasi Hujan Ringan hngga Hujan Lebat
Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
Adapun bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran diharapkan, dapat terus memantau perkembangan cuaca serta mengikuti informasi resmi dari BMKG demi menjaga keselamatan bersama
Berdasrkan penjelasan BMKG, gelombang tinggi di Sejumlah Perairan NTT dipicu pusat tekanan rendah di wilayah Timur Laut Australia yang menyebabkan belokan, perlambatan, serta pertemuan angin di wilayah NTT.
Aktivitas Monsun Asia juga masih aktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kecepatan angin di Wilayah Perairan NTT.
Angin umumnya bertiup dari barat hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 8–35 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, Perairan Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor–Rote.
Baca juga: Dampak Cuaca Buruk, Seluruh Pelayaran Kapal ASDP dari Pelabuhan Bolok Dibatalkan
Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai awan Cumulonimbus seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang secara tiba-tiba akibat perubahan arah dan kecepatan angin yang signifikan. . (*)