Kisah Isra Mikraj, Pertemuan Rasulullah SAW dengan 8 Nabi di 7 Lapis Langit
January 13, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Peristiwa Isra Mikraj terjadi pada 27 Rajab tahun 620-621 Masehi.

Hal ini merupakan satu diantara mukjizat terbesar dalam sejarah Islam. 

Perjalanan spiritual yang terjadi dalam semalam menjadi momentum turunnya perintah salat lima waktu.

Isra Mikraj juga menjadi momen pertemuan penuh hikmah antara Nabi Muhammad SAW dengan para nabi terdahulu.

Didampingi Malaikat Jibril, Rasulullah menembus tujuh lapis langit menggunakan Buraq.

Dirangkum dari kitab Sirah Nabawiyah.

Berikut adalah kisah pertemuan beliau dengan delapan nabi di setiap tingkat langit.

1. Langit Pertama

Langit pertama dikenal dengan sebutan Langit Dunya karena posisinya yang paling dekat dengan bumi.

Konon, langit ini terbuat dari emas dengan kunci yang tercipta dari cahaya.

Di sinilah Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS sang nenek moyang seluruh umat manusia.

Dalam pertemuan tersebut Rasulullah melihat pemandangan yang menggetarkan hati.

Di sisi kanan dan kiri Nabi Adam terdapat dua lubang besar.

Malaikat Jibril menjelaskan bahwa lubang di kanan adalah pintu surga, sementara di kiri adalah pintu neraka.

Nabi Adam tersenyum saat menatap ke kanan melihat anak cucunya yang saleh.

Namun, beliau menangis tersedu saat menoleh ke kiri melihat keturunannya yang terjerumus ke neraka.

Baca juga: Sunah-Sunah Sebelum Tidur: Hikmah dan Manfaatnya untuk Kehidupan Sehari-hari

2. Langit Kedua 

Di langit kedua yang bernama Ma’un yang terbuat dari besi atau marmer putih.

Dilangit ini Rasulullah bertemu dengan dua nabi sekaligus, Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. 

Kedua nabi ini menyambut Rasulullah dengan penuh kehangatan.

Mereka memberikan salam seraya berucap, "Selamat datang wahai saudara dan nabi yang saleh."

Pertemuan ini diakhiri dengan doa kebaikan yang dipanjatkan kedua nabi tersebut untuk kesuksesan misi dakwah Rasulullah SAW.

3. Langit Ketiga

Perjalanan berlanjut ke langit ketiga yang disebut Harabut.

Langit ini diyakini terbuat dari tembaga atau besi.

Di sana Rasulullah berjumpa dengan Nabi Yusuf AS.

Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Yusuf dianugerahi separuh dari total ketampanan seluruh alam semesta.

Meski demikian, digambarkan bahwa Rasulullah SAW tetap memiliki pancaran wajah danwibawa yang lebih menawan.

4. Langit Keempat

Langit keempat disebut langit Zahir yang terbuat dari perak.

Rasulullah bertemu dengan Nabi Idris AS.

Beliau dikenal sebagai sosok nabi yang sangat cerdas dan orang pertama yang mengenal tulisan serta ilmu perbintangan.

Pertemuan ini mengonfirmasi firman Allah dalam Surah Maryam ayat 56-57.

Menegaskan bahwa Nabi Idris telah diangkat ke martabat yang sangat tinggi.

5. Langit Kelima

Rasulullah kemudian tiba di langit kelima yang bernama Mushiroh.

Langit ini terbuat dari perak, meski sebagian pendapat menyebutkan emas.

Di sini beliau bertemu dengan Nabi Harun AS.

Satu hal yang mencolok adalah janggut Nabi Harun yang terlihat separuh putih dan separuh hitam.

Hal ini merupakan bekas sejarah saat beliau ditarik oleh Nabi Musa AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Thaha ayat 94.

Hal itu adalah bukti kekhawatiran Nabi Musa akan kaumnya.

6. Langit Keenam

Di langit keenam atau Kholisoh yang terbuat dari emas dan intan.

Rasulullah bertemu dengan Nabi Musa AS.

Di tempat ini Malaikat Jibril memperlihatkan betapa banyaknya umat Nabi Muhammad SAW yang melampaui jumlah umat nabi-nabi sebelumnya.

Melihat hal tersebut Nabi Musa AS menangis.

Bukan karena iri, melainkan karena rasa haru dan takjub.

Beliau merasa rendah hati melihat ada seorang nabi muda yang datang setelahnya, namun memiliki umat yang paling banyak masuk surga.

Di tingkat inilah nantinya terjadi negosiasi mengenai jumlah rakaat salat.

Dari 50 waktu menjadi 5 waktu sehari semalam atas saran Nabi Musa.

7. Langit Ketujuh

Puncak dari perjalanan tujuh langit ini adalah langit Labiyah yang terbuat dari yaqut merah.

Rasulullah bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

Bapak para Nabi yang sedang bersandar di Baitul Ma'mur.

Dalam pertemuan ini, Nabi Ibrahim menitipkan pesan berharga bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Beliau berpesan agar umat Islam memperbanyak tanaman di surga.

Ketika ditanya apa tanamannya, Nabi Ibrahim menjawab dengan kalimat zikir.

"Laa hawla wa laa quwwata illa billah al-'Aliy al-Azhim" (Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

Perjalanan Isra Mikraj ini bukan sekadar perjalanan fisik.

Melainkan simbol penghormatan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin para nabi.

Pertemuan dengan para pendahulunya menunjukkan bahwa risalah Islam adalah satu kesatuan yang saling menguatkan.

Sejak zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. (MG Khoirunnida)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.