Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) mengeruk sebanyak 10 truk atau 140 meter kubik lumpur sedimen dari aliran Kali Sepak, Kembangan, sebagai upaya antisipasi banjir.
"Jadi, kita turunkan tiga alat berat dengan 20 personel. Satu truk itu bisa angkut tujuh meter kubik. Nah, kita kan ada 10 truk. Satu hari, dua kali pengangkutan. Jadi, totalnya 140 meter kubik lumpur," ujar Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah saat meninjau pengerukan di Kali Sepak, Jakarta Barat, Selasa.
Menurut dia, lumpur hasil pengerukan itu kemudian dibawa ke Ancol, Jakarta Utara, untuk dibuang.
Lebih lanjut, dia mengatakan pengerukan yang sudah dimulai sejak awal Januari 2026 itu ditargetkan selesai dalam tiga bulan.
"Panjang Kali Sepak ini kan kurang lebih 1,4 kilometer. Jadi, kalau melihat durasi waktunya, ini ada beberapa titik delay-nya karena penggantian lokasi. Alat ini kan tidak mungkin bisa langsung jalan ke lokasi tersebut, sehingga ada pemindahan, ini membutuhkan waktu," kata Iin.
Sebelumnya, Sudin SDA Jakarta Barat melakukan pengerukan endapan lumpur di 11 kali besar sebagai langkah antisipasi banjir.
"Ada 11 kali yang sedang kita keruk, yaitu Kali Semongol, Kaki Pesangrahan, Kali Sekretaris, Kali Cibubur, Kali Sepak, PHB Copylas, Kali Maja, Kali Mookervart (Kecamatan Cengkareng dan Kalideres), PHB Taman Palem, PHB Wali Kota," ungkap Purwanti pada 5 Januari 2026.
Pengerukan endapan lumpur tersebut, kata dia, bertujuan agar saluran atau kali dapat menampung lebih banyak debit air dan genangan dapat mengalir lancar tanpa hambatan.







