Berburu Cabuk Rambak di Solo, Kuliner Jadul yang Kian Sulit Ditemui, Ini 4 Lokasi Favorit Pembeli
January 13, 2026 08:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM - Kota Solo sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat kuliner tradisional di Jawa yang kaya akan cita rasa dan nilai budaya.

Di balik popularitas makanan modern yang kini menjamur, Solo masih menyimpan kuliner klasik yang sarat sejarah.

Salah satu hidangan tradisional yang mulai jarang ditemui adalah cabuk rambak.

Cabuk rambak dikenal sebagai sajian rakyat yang lekat dengan kehidupan masyarakat Solo tempo dulu.

Sajian ini biasanya disajikan secara sederhana tanpa piring, melainkan menggunakan pincuk dari daun pisang.

Penggunaan pincuk tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menambah aroma khas pada makanan.

Ketupat yang menjadi bahan utama dipotong tipis dan ditata rapi di atas daun pisang.

Potongan ketupat tersebut kemudian disiram sambal wijen yang disebut cabuk.

Baca juga: 5 Warung Mie Ayam Terlezat di Solo, Dari Kuah Manis hingga Gurih, Topping Melimpah, Rasa Juara

Sambal cabuk dibuat dari campuran wijen, kelapa parut, bawang putih, kemiri, dan cabai yang diulek halus.

Di atasnya, ditambahkan karak atau kerupuk nasi yang memberikan sensasi renyah saat disantap.

Perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis menjadi ciri khas cabuk rambak.

Dahulu, cabuk rambak sangat mudah ditemukan di sudut-sudut kota Solo, terutama pada pagi hari.

Makanan ini kerap menjadi pilihan sarapan karena mengenyangkan dan harganya terjangkau.

Penjual cabuk rambak biasanya menjajakan dagangannya dengan cara dipikul atau berjualan di pasar tradisional.

Cabuk rambak dikenal sebagai sajian rakyat yang lekat dengan kehidupan masyarakat Solo tempo dulu. (Instagram @kuliner.neng.solo)

Namun, perubahan zaman membawa tantangan tersendiri bagi kuliner tradisional ini.

Generasi muda cenderung lebih akrab dengan makanan cepat saji dan kuliner kekinian.

Banyak penjual cabuk rambak yang akhirnya berhenti berjualan karena minimnya pembeli.

Kini, cabuk rambak hanya bisa ditemui di beberapa titik tertentu di Solo.

Lokasi penjualnya pun sering berpindah dan tidak selalu mudah ditemukan.

Kelangkaan inilah yang justru menambah daya tarik cabuk rambak di mata wisatawan.

Wisatawan yang datang ke Solo kerap berburu kuliner langka ini sebagai pengalaman autentik.

Lalu, di mana saja kamu bisa temukan penjual Cabuk Rambak di Solo?

  • Cabuk Rambak Mbah Sugeng

Cabuk Rambak Mbah Sugeng menjadi salah satu nama paling sering disebut saat membicarakan rekomendasi tempat makan cabuk rambak di Solo. Warung sederhana ini 

Cabuk Rambak Mbah Sugeng ada di Pasar Gede bagian Timur.

  • Cabuk Rambak Bu Yanti

Masih di daerah Pasar Gede, Cabuk Rambak Bu Yanti juga tak kalah lezat.

Ciri khas cabuk rambak Bu Yanti terletak pada saus wijennya yang seimbang, tidak terlalu kental, dan tidak bikin enek.

  • Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Hadi

Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Hadi ini terletak di i kawasan Gajahan dekat Alun-Alun Selatan Solo.

Warung ini buka hingga tengah malam, sehingga cocok untuk kalian yang gemar kulineran malam. 

Harga per porsinya berkisar Rp10.000–Rp30.000, sebanding dengan kualitas rasa.

  • Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi

Warung Bu Parmi ini terletak di Jalan Yos Sudarso Nomor 241 termasuk tempat legendaris di Solo. 

Konsep lesehan tidak mengurangi minat pengunjung untuk datang. 

Cabuk rambaknya memiliki saus wijen yang pas, tidak terlalu kuat, sehingga cocok untuk pemula yang baru pertama kali mencoba.

(TribunStyle.com/Putri Asti)

  • Jangan lewatkan berita-berita TribunNewsmaker.com tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.