Cerita Abdi Siswa SRT 9 Banjarbaru Duduk Disamping Presiden Prabowo Saat Peluncuran Sekolah Rakyat
January 13, 2026 08:44 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Peluncuran Sekolah Rakyat secara nasional yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin memberikan kesan tersendiri bagi para siswa di sana.

Salah satunya bagi Rayda Abdillah (16), siswa kelas 10C SRT 9 Banjarbaru yang berasal dari Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa dirinya akan duduk berdampingan bahkan bisa berbincang-bincang secara langsung dengan Presiden Prabowo.

Ya, Abdi merupakan siswa terpilih untuk duduk di kursi barisan paling depan samping kiri Presiden saat acara peluncuran 166 Sekolah Rakyat se-Indonesia di SRT 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (12/1/2026).

Baca juga: Datang ke Banjarbaru Kalsel, Presiden Prabowo Terharu Dengar Siswa Sekolah Rakyat Berbahasa Inggris

Diketahui, di barisan kursi paling depan pada acara peluncuran Sekolah Rakyat merupakan dipertuntukan bagi Presiden Prabowo dan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. 

Tiga perwakilan siswa tersebut juga diminta naik ke atas panggung saat pemencetan tombol peluncuran Sekolah Rakyat bersama Presiden, Menteri Sosial (Mensos), Menteri Pekerjaan Umum (PU), dan Menko Pemberdayaan Masyarakat (PMK).

Namun istimewanya, tiga orang perwakilan siswa Sekolah Rakyat, salah satunya dari SRT 9 Banjarbaru diberikan kursi khusus untuk duduk di samping Presiden setara dengan para Menteri.

Abdi mengaku awalnya ia dan siswa lain dimint untuk menemani Presiden saat berjalan-jalan ke kelas dan fasilitas pendidikan di SRT 9 sebelum acara peluncuran dimulai, dan tak disangka ia diminta untuk mendampingi Presiden duduk di depan dan saat pemencetan tombol peluncuran Sekolah Rakyat.

“Awalnya ulun disuruh keliling dampingi beliau, setelah itu ulun dipanggil Humas Balai untuk perwakilan mencet bel, ada tiga perwakilan dari SR. Dipilih hari itu sangat dadakan,” katanya, Selasa (13/1/2026).

Saat duduk bersebelahan dengan Presiden dan jajaran Menteri, Abdi mengaku tidak karuan rasa.

“Sangat bangga dan senang, deg-degan juga keringat dingin karena dekat dengan beliau,” akunya.

Siswa yang baru mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat selama 6 bulan ini juga mengaku sempat diantanya oleh Presiden. Mulai dari pekerjaan orang tua, kegiatan di sekolah hingga cita-cita.

Bahkan, saat tau ia berkeinginan untuk menjadi seorang abdi negara yaitu Tentara Republik Indonesia (TNI), Presiden langsung meminta ia menghadap dan me

“Kemaren beliau nanyain orang tua kerja apa, ibu jadi apa, dan sekarang umur berapa dan cita-cita mau jadi apa. Ulun jawab cita-cita menjadi Taruna, Pak. Nanti ngehadap Bapak ya kata beliau. Setelah itu ngehadap saya, terus beliau bilang nanti dapat beasiswa ya,” katanya.

Meskipun berlatar belakang dari kelurga petani, Abdi tidak patah semangat untuk terus mengenyam pendidikan demi untuk meraih cita-cita dan membanggakan orang tuanya.

Baca juga: Momen Haru Saat Anak Difabel Banjarbaru Rela Panas-panasan, Demi Sapa Presiden Prabowo

Ia pun masih ingat pesan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran Sekolah Rakyat agar mereka tidak patah semangat belajar dan bisa menjadi lebih sukses daripada orang tua.

“Pesan dari beliau (Presiden), yang paling ulun ingat jangan sampai ayahnya petani anaknya jadi petani, jangan sampai oranh tuanya tukang becak anaknya jadi tukang becak, harus jadi orang sukses kata beliau,” ujarnya.

Selama enam bulan di Sekolah Rakyat jauh dari orang tau dan tanpa handphone, Abdi mengaku sudah mulai terbiasa dan mulai betah tinggal di asrama bersama teman-temannya.  (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.