Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang berdampak serius terhadap sektor pertanian.
Sebanyak 249 hektare lahan sawah dilaporkan mengalami puso atau gagal panen akibat terendam banjir dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan jumlah lahan yang mengalami puso terus bertambah seiring masih adanya sawah yang terendam banjir.
Dari total 1.949 hektare lahan pertanian yang terdampak banjir, sekitar 249 hektare di antaranya dipastikan mengalami puso.
Baca juga: Banjir Cigeulis Pandeglang Dilaporkan Surut: Tiga Rumah Rusak, Korban Jiwa Nihil
“Per hari Senin, luas lahan yang mengalami puso bertambah menjadi 249 hektare. Yang sudah surut sekitar 500 hektare, sementara sisanya masih terendam,” kata Suhardjo kepada TribunBanten.com, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, lahan yang mengalami puso berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi petani karena tanaman padi tidak bisa dipanen. Kondisi ini membuat petani terancam kehilangan sumber penghasilan.
Untuk mengurangi beban petani, DKPP Kabupaten Serang telah mengusulkan bantuan penggantian benih ke Pemerintah Provinsi Banten untuk lahan seluas 220 hektare.
“Namun hingga saat ini bantuan tersebut masih belum turun. Kami masih menunggu informasi dari Dinas Pertanian Provinsi Banten,” ujarnya.
Suhardjo menyebutkan, nantinya petani yang lahannya mengalami puso akan mendapatkan bantuan benih sebanyak 25 kilogram per hektare.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau petani agar tidak terburu-buru mengolah kembali lahan sawah yang terdampak banjir hingga kondisi cuaca benar-benar membaik.
“Kalau langsung diolah dan ditanami, dikhawatirkan terkena banjir lagi. Akhirnya petani bisa mengalami kerugian dua kali,” pungkasnya.