TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kondisi Persiba Balikpapan kian mengkhawatirkan. Tim berjuluk Beruang Madu kini berada dalam situasi terjepit, baik secara teknis maupun non-teknis, di tengah ketatnya persaingan Pegadaian Championship musim ini.
Bertahan di peringkat ke-7 klasemen sementara dengan raihan 11 poin, Persiba hanya berjarak tiga angka dari PSIS Semarang yang saat ini menghuni zona play-off degradasi.
Margin tipis tersebut membuat setiap laga sisa di putaran kedua menjadi krusial bagi kelangsungan Persiba.
Rentetan hasil minor yang tak kunjung terputus akhirnya berujung pada perpisahan dengan sang pelatih kepala, Mohammad Nasuha.
Baca juga: 3 Laga Penentu Nasib Persiba Balikpapan di Championship 2025/26, Peluang Bertahan Masih Terbuka
Mantan bek Timnas Indonesia itu secara resmi meninggalkan Persiba setelah sukses membawa Persiba dari liga tiga naik ke liga dua.
Kabar kepergian Nasuha itu disampaikan secara resmi oleh manajemen klub melalui akun media sosial mereka @persiba pada Selasa siang (13/1/2026).
Dikutip dari Instagram@persiba
Terima kasih, Coach Mohammad Nasuha.
Apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan kontribusi Coach Mohammad Nasuha selama bersama Persiba Balikpapan.
Keberhasilan membawa Persiba Balikpapan promosi kembali ke Pegadaian Championship pada musim lalu menjadi catatan penting dalam sejarah klub.
Semoga sukses dalam perjalanan karier berikutnya, Coach.
Terlepas dari kepergian sang pelatih anyar itu, di balik performa buruk di lapangan, terdapat sejumlah persoalan mendasar yang memperparah keterpurukan klub.
Manajemen Persiba secara terbuka mengakui bahwa keterbatasan finansial telah menghantui klub sejak awal musim.
Minimnya dukungan sponsor membuat ruang gerak tim sangat terbatas, terutama dalam membangun komposisi skuat yang kompetitif.
Akibat krisis tersebut, Nasuha kesulitan mendatangkan pemain berpengalaman atau bintang yang mampu menjadi pembeda di lapangan. Persiba pun harus mengandalkan skuat yang ada, yang dinilai belum cukup kuat untuk bersaing di level ini.
Situasi semakin pelik saat memasuki bursa transfer paruh musim. Ketika tim-tim pesaing melakukan perombakan besar-besaran, Persiba justru bergerak lambat.
Hingga kini, manajemen baru mengumumkan satu rekrutan anyar, yakni Michael Singgih, jumlah yang dinilai jauh dari cukup untuk mengangkat performa tim secara signifikan.
Hingga Selasa malam (13/1/2026), manajemen Persiba balikpapan belum bisa dikonfirmasi terkait siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai pengganti Nasuha.
"Bentar (kami buatkan rilisnya red..)" singkat media officer Persiba Balikpapan melalui group WA ketika awak media meminta akses konfirmasi kepada manajemen Persiba terkait kepergian Nasuha.
Padahal, tantangan berat sudah menanti pelatih anyar tersebut, yakni menyelamatkan Persiba dari ancaman degradasi ke Liga Nusantara di sisa laga putaran kedua.
Tekanan juga datang dari para suporter yang berharap manajemen segera mengambil langkah cepat dan tepat.
Dukungan publik Balikpapan masih besar, namun mereka menuntut perubahan nyata, terutama dalam membangkitkan mentalitas pemain saat tampil di Stadion Batakan.
Waktu terus berjalan, sementara jarak dengan zona berbahaya semakin menipis. Jika tak segera berbenah, musim ini bisa menjadi salah satu periode tergelap dalam sejarah Persiba Balikpapan.(*)