TRIBUNSTYLE.COM - Pengakuan pahit yang dituangkan Aurelie Moeremans dalam memoar Broken Strings belakangan menarik perhatian publik dan membuat buku tersebut semakin disorot.
Kisah masa lalu yang ia bagikan memicu berbagai respons, sekaligus membuka peluang baru bagi karya itu untuk melangkah lebih jauh.
Aktris yang dikenal lewat film Menunggu Pagi itu bahkan mengungkap harapannya agar memoar yang ditulisnya dapat diadaptasi ke layar lebar atau series.
Menurut Aurelie, langkah tersebut bisa membuat pesan dalam bukunya menjangkau audiens yang lebih luas.
Melalui kanal Broken Strings Circle, Aurelie yang kini tengah menanti kelahiran anak pertamanya menyampaikan keinginannya tersebut secara terbuka.
“Aku sih senang banget kalau suatu hari Broken Strings bisa diadaptasi jadi film atau limited series, biar impact-nya bisa lebih luas,” tulis Aurelie.
Tak hanya itu, ia juga melibatkan para pengikutnya dengan menanyakan sosok sutradara yang dinilai cocok menggarap kisah hidupnya.
Baca juga: Roby Tremonti Memelas Minta Aurelie Moeremans Tak Ganggu Hidupnya Lagi, Singgung Kehamilan Mantan
“Kira-kira siapa ya sutradara / producer yang paling pas? Tolong bantu bikin mereka aware kalau buku ini ada ya!” lanjutnya.
Respons publik pun datang dengan cepat. Setelah Broken Strings viral, Aurelie mengabarkan bahwa sejumlah rumah produksi mulai menunjukkan ketertarikan.
“Ada beberapa PH yang tertarik. Ada satu yang aku nggak sangka-sangka!” tulisnya.
Meski demikian, istri Tyler Bigenho itu belum bisa mengungkap rumah produksi mana yang berpotensi mengangkat memoarnya ke layar.
Ia mengaku masih menyimpan rapat informasi tersebut, namun antusiasmenya terlihat jelas.
“Can’t spill yet. Takut jinx it. Tapi aku excited banget, doain lancar!” tutupnya.
Rencana adaptasi ini pun memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian mendukung, sementara lainnya menyuarakan kekhawatiran.
“Sebagai pembacanya, malah menurutku gak usah ya. Gak tau kayak takut isinya malah gak nyampe dan yaa si Bobby kepar*t makin rusuh, minta royalti lah ini itu ada aja pasti nanti klakuannya,” tulis seorang warganet.
“Takutnya juga malah diromantisasi, tau sndiri sdm indo belum siap,” komentar lainnya.
“Semoga Visinema aja, directornya dan producernya perempuan dan tentu yang terpenting yang gak punya track record enabler kekerasan seksual,” harap warganet lain.
(TribunStyle.com/Ika Bramasti).
Ikuti dan Bergabung di Saluran Threads TribunStyle.com