5 Titik Fasilitas Air Siap Minum di Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Ini Lokasinya
January 14, 2026 10:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lima titik fasilitas air siap minum tersedia di sepanjang kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Pemkot Yogyakarta yang bekerjasama dengan PDAM Tirtamarta menyebut penyediaan fasilitas ini bertujuan untuk memanjakan wisatawan, sekaligus mendukung kampanye pengurangan sampah botol plastik sekali pakai.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menuturkan air siap minum berbasis proses pemurnian Reverse Osmosis (RO) tersebut sudah bisa dinikmati oleh warga maupun wisatawan yang singgah di Malioboro.

"Ada lima titik. Mulai dari depan Inna Garuda (Grand Inna Malioboro), depan Perpustakaan di sisi barat, depan Kepatihan sisi barat, depan Benteng Vredeburg, serta di depan Gedung Agung," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Bukan Barang Baru

Anggi menjelaskan, fasilitas ini sebenarnya bukan barang baru.

Meski diakui, beberapa titik sempat mengalami kerusakan fisik maupun kendala teknis kelistrikan, sehingga harus diputus alirannya.

Namun, jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, PDAM Tirtamarta telah melakukan perbaikan dan pembaruan unit agar lebih estetis dan berfungsi optimal.

"Ini diperbarui lagi, lebih cakep sekarang. Harapannya masyarakat dan pengunjung mau membaca panduan penggunaannya, karena sebenarnya sudah lengkap tertera di sana," ujarnya.

Baca juga: Masih Terisisa 47 Hektare, Penataan Kawasan Kumuh di Kota Yogyakarta Ditarget Rampung pada 2029

Walaupun sudah tersedia, ia mengungkapkan, tingkat pemahaman masyarakat dan wisatawan terhadap fasilitas ini terbilang masih 'setengah-setengah.'

Tidak jarang, fasilitas yang seharusnya untuk langsung dikonsumsi tersebut, justru disalahgunakan untuk hal lain di luar keperluan air minum.

"Dulu waktu awal-awal dipasang, malah ada yang buat cuci tangan. Karena itu, kami perlu lebih masif lagi membuat konten edukasi," tandasnya.

"Kami ingin membiasakan masyarakat, bahwa Malioboro sebagai kawasan full pedestrian memang sudah seharusnya dilengkapi fasilitas air siap minum seperti di kota-kota besar dunia," urai Anggi.

Selain untuk minum langsung di tempat, para wisatawan juga didorong untuk membawa botol minum sendiri untuk diisi ulang, selaras edaran Pemkot Yogyakarta terkait pengurangan sampah plastik.

Terkait pengawasan dan perawatan, ia memastikan petugas Jogoboro akan ikut memantau agar fasilitas tidak menjadi sasaran vandalisme atau tangan jahil.

"Kalau ada yang menyalahgunakan, petugas akan menegur dan memberikan cara yang benar. Kalau soal teknis dan perawatan rutin, kami tetap bersinergi dengan PDAM," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.