TRIBUNTRENDS.COM - Tabir masa lalu antara aktor Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans kembali tersingkap ke publik.
Setelah sekian lama bungkam, Roby kini muncul dengan pembelaan yang cukup mengguncang narasi pembatalan nikah (annulment) yang selama ini diklaim oleh pihak Aurelie.
Dalam keterangannya yang blak-blakan, Roby mempertanyakan keabsahan surat pembatalan tersebut.
Menurutnya, ada prosedur hukum gereja yang seolah terlampaui tanpa melibatkan dirinya sama sekali.
Sebagai penganut Katolik, Roby memahami bahwa pembatalan sebuah ikatan suci di pengadilan gereja bukanlah proses satu pihak.
Ia menegaskan bahwa seharusnya ada pemanggilan resmi bagi kedua mempelai untuk memberikan kesaksian.
Namun, Roby mengaku buta soal proses yang diklaim telah selesai tersebut.
"Saya tidak pernah merasa dapat undangan dari gereja terkait untuk pembatalan. Itu tidak ada. Harusnya kan kedua belah pihak dipanggil dulu ke pengadilan gereja, tapi dari saya tidak ada," ujar Roby saat ditemui di kediamannya di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026).
Absennya komunikasi formal sejak perpisahan mereka bertahun-tahun silam membuat Roby merasa ada kejanggalan administratif dalam status pernikahan mereka, baik secara agama maupun hukum negara.
Baca juga: Roby Tremonti Jawab Tudingan Bobby dalam Buku Aurelie Moeremans, Akui Tak Lakukan KDRT!
Satu fakta mengejutkan yang diungkap Roby adalah adanya upaya komunikasi dari Aurelie di masa lalu.
Ia mengaku pernah diminta menuliskan narasi tertentu agar proses pembatalan di gereja berjalan mulus. Namun, syarat yang diajukan justru memicu penolakan keras dari Roby.
"Dia cuma bilang, 'Saya mau ngurus pembatalan nih, tapi syaratnya untuk gereja Katolik itu harus ada narasi dari masing-masing pasangan kenapa mau (batal)'. Di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Ya nggak mungkin, saya nggak melakukan," tegasnya dengan nada bicara yang serius.
Bagi aktor ini, harga dirinya jauh lebih berharga daripada selembar surat pembatalan jika harus dibayar dengan fitnah atas perbuatan yang tidak pernah ia lakukan.
Baca juga: Ngaku Chat Edo Borne, Tapi Roby Tremonti Bantah Ancam Hesti Purwadinata, Berniat Bawa ke Jalur Hukum
Meski pernikahan yang digelar pada 10 Oktober 2011 tersebut sempat terganjal restu orang tua Aurelie, Roby tetap bersikeras bahwa janji suci tersebut sah secara iman.
Sebagai bukti, ia menunjukkan album foto pemberkatan dan kalender asli tahun 2011 untuk menepis keraguan publik.
"Untuk memperjelas, pernikahan Katolik itu apabila syarat-syarat terpenuhi, 18 tahun, meskipun orang tuanya tidak setuju, menurut gereja itu sah untuk menikah. Gereja boleh menunjuk wali jika ada konflik restu," jelas Roby yang kini tampil dengan gaya rambut cepak.
Baca juga: Sederet Kesamaan Bobby di Broken Strings dengan Roby Tremonti, Aurelie Sebut Ada Tato di Tangan
Munculnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans disinyalir menjadi pemantik kembali memanasnya isu ini.
Meski menggunakan nama samaran, publik banyak mengaitkan sosok pria di buku tersebut dengan Roby. Namun, Roby menekankan bahwa kemunculannya bukan untuk merusak kebahagiaan mantan istrinya.
"Saya benar-benar tidak mau menyinggung pihak dia. Dia mau punya pasangan baru, mau menikah, silakan. Saya cuma mau peaceful dan pemulihan nama baik saya sangat wajar, karena saya juga harus bekerja," pungkasnya menutup pembicaraan.
Hingga saat ini, pihak Aurelie Moeremans belum memberikan pernyataan balasan terkait klaim Roby mengenai prosedur pengadilan gereja yang dianggapnya cacat administrasi tersebut.