TRIBUNJATENG.COM, PATI - Setidaknya sudah tiga hari ini, jalanan Pantura Kudus dan Pati terendam banjir. Tak pelak, kemacetan di jalur tersebut pun tak terelakkan.
Parahnya, antrean kendaraan untuk dapat melintas genangan air di jalur Pantura hingga tiga kilometer.
Para sopir pun harus ekstra sabar menghadapi kondisi pahit tersebut.
Sebagai contoh problem yang dihadapi para sopir truk.
Baca juga: Mbah Aminah Duduk Termenung di Teras Rumah, Penuh Harap Banjir Kudus Segera Surut
• Jenazah Syafiq Ali Dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga, Ditemukan di Bebatuan Jurang Kali Lembarang
• Pedagang Menara Pandang Teratai Purwokerto Harap Retribusi Diturunkan: Tiap Bulan Rp450 Ribu
Tak sekadar menyita waktu lama, ongkos perjalanan kirim barang ke daerah tujuan pun membengkak.
Ya, banjir yang merendam Pantura Kudus dan Pati dikeluhkan para sopir truk.
Biasanya, waktu tempuh dari Semarang menuju Pati hanya memakan waktu 4 jam.
Akibat banjir Kudus dan Pati, waktu tempuh harus molor hingga 18 jam.
Salah satu titik wilayah Pantura yang terendam banjir berada di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati.
Selain genangan air, banyaknya jalan berlubang juga membuat laju kendaraan semakin melambat.
Antrean truk dan kendaraan besar tak terhindarkan.
Supri, sopir truk ini menyebut sudah lebih dari satu jam mengantre hanya untuk bisa melewati titik banjir.
"Sejak lampu merah Perempatan Tanjang sudah padat, sampai pertigaan Widorokandang ini."
"Itu belum masuk banjirnya," ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Dia berencana mengirim barang dari Jakarta menuju Surabaya.
Kini, Supri hanya bisa pasrah dengan keterlambatan pengiriman.
"Semarang aman, masuk Kudus banjir, sampai Pati juga banjir. Ya jelas telat," katanya.
Nasib serupa dialami Ocong, sopir truk tronton asal Kabupaten Batang.
Dia berangkat dari Semarang pada Selasa (14/1/2026) pukul 17.00, namun baru tiba di Pati keesokan harinya sekira pukul 11.00.
Baca juga: Pemprov Jateng Terjunkan Tim Mitigasi Tambang Galian C Buntut Banjir dan Longsor di Muria Raya
• Gunawan Dituntut Hukuman Mati, Membabi Buta Bunuh Mantan Kekasih di Kedungsuren Kendal
• JPU Kejari Pati Tolak Eksepsi Botok dan Teguh, AMPB: Semakin Ditekan, Semakin Melawan!
"Normalnya Semarang–Pati hanya empat jam. Sekarang sudah 18 jam belum lolos juga."
"Terjebak macet di Kudus dan Pati," ungkapnya.
Ocong berencana mengirim barang ke Bali, yang biasanya hanya memakan waktu satu malam perjalanan.
Namun akibat banjir, dia bahkan terpaksa bermalam di jalan.
Dia menyadari, keterlambatan pengiriman barang akan membuat klien mengeluh.
Ocong berharap kondisi bencana ini bisa dimaklumi.
"Komplain pasti ada, tapi mereka tahu ini musibah," ujarnya.
Masalah lain yang tak kalah memberatkan adalah membengkaknya biaya perjalanan.
"Ongkos sudah nggak ketolong. Makan, solar, semua nambah," katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, hingga hari ketiga banjir, antrean kendaraan dari arah Rembang menuju Pati masih mengular hingga tiga kilometer.
Sedangkan dari arah sebaliknya mencapai dua kilometer.
"Perlambatan terjadi karena luapan sungai yang menggenangi jalan, ditambah kondisi jalan berlubang sehingga kendaraan harus ekstra hati-hati," jelasnya.
Untuk mengurai kemacetan, polisi memberlakukan pengalihan arus.
Kendaraan dari arah Rembang dialihkan ke Jalan Lingkar Selatan (JLS), sementara kendaraan dari Pati menuju Rembang tetap melintasi Jalur Pantura.
"Pengalihan di Pertigaan Sampang dan Batangan hanya untuk kendaraan kecil dan roda dua," tambah Kompol Riki. (*)
Sumber Kompas.com