- Awal mula Aurelie Moeremans memutuskan menulis buku Broken Strings, sempat datangi hipnoterapis karena sering pukuli diri sendiri.
Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth belakangan ini tengah menjadi buah bibir di lini masa media sosial.
Ditulis oleh aktris Aurelie Moeremans, Broken Strings mengisahkan masa lalu kelam perempuan berdarah campuran Belgia - Indonesia itu.
Viralnya buku Broken Strings membuat upaya Aurelie membuka masa lalunya menuai simpati dan apresiasi.
Lewat laman YouTube-nya, Mrs Aurelie, istri Tyler Bigenho ini mengungkapkan awal mula ditulisnya buku tersebut.
"Kenapa aku nulis buku ini? Karena awalnya aku ke hipnoterapis dan aku ceritalah sama dia, bahwa kejadian ini sudah 16 tahun yang lalu. Tapi traumanya ada, traumanya tetap ada," kata Aurelie memulai ceritanya, dikutip Rabu (14/1/2026).
Saat trauma itu muncul, wanita 32 tahun itu acapkali menyakiti dirinya sendiri.
"Dan aku cerita ke terapis aku bahwa kalau aku sedih itu kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku ngerasa deserve it (layak untuk hal itu)," imbuhnya.
Aktris berambut panjang ini menyadari, aksinya itu merupakan peringatan bahwa ia belum benar-benar berdamai dengan masa lalunya.
"Ya memang udah jelas kan, ada sesuatu yang belum selesai gitu di hati aku. Karena deep down (jauh di dalam lubuk hati) aku tahu aku enggak deserve dikasarin. Ada something wrong (sesuatu yang salah)-lah," lanjutnya.
Dari situlah, sang terapis memintanya menulis diary atau buku harian.
"Akhirnya terapisku suruh aku nulis diary aja gitu. Dan pas aku nulis itu aku baru sadar kayak, 'Oh iya, abuser (sosok yang mengasari) aku zaman dulu.'
"Dari kecil tuh aku pengin banget ada di umur aku sekarang 32 karena ya waktu itu abuser aku ada di umur aku sekarang. Kenapa? Karena aku tuh pengin banget bisa mengerti kenapa dia bisa begitu sama aku," ucap Aurelie.
"Kenapa sih gitu. Karena dulu tuh aku bener-bener enggak ngerti kenapa ada orang setega sekeji itu. Dan pas aku di umur 32, aku baru sadar, enggak ada yang mesti dimengerti. Memang semua itu tidak seharusnya terjadi," selorohnya lagi.
Dia tak menampik, saat menuliskan masa lalunya hatinya terasa berat.
Pasalnya, sulung dari dua bersaudara itu harus membuka luka lama.
"Terus aku berat sih sebenarnya pas nulis karena kayak membuka luka lama. Tapi akhirnya aku bisa melihat semua yang terjadi dari point of view (sudut pandang) yang berbeda," tandasnya.
Aktris yang kini tengah menanti kelahiran buah hati pertamanya itu merasa sangat bodoh di masa lalu,
"Sebenernya pas aku nulis itu kayak 'kok aku dodol banget ya' zaman dulu," katanya.
Kala itu, Aurelie merasa tidak ada jalan keluar untuk masalahnya. "Tapi memang waktu aku umur 15 tahun tuh ya karena aku masih kecil, enggak ngerasa dodol. Aku bener-bener enggak ngelihat jalan keluar," tutupnya.
Baca Selengkapnya: https://www.tribunnews.com/seleb/7778466/awal-mula-aurelie-tulis-buku-broken-strings-temui-hipnoterapis-akui-sering-pukuli-diri-sendiri?page=all