TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Rabu (14/1/2026) malam.
Sejak siang hari, rumah duka telah dipasangi tenda dan kursi untuk menyambut kedatangan jenazah pendaki Gunung Slamet yang ditemukan meninggal dunia setelah 17 hari pencarian.
Sejumlah anggota keluarga tampak berada di dalam rumah menunggu kepastian kepulangan almarhum. Sementara sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terlihat datang ke rumah duka.
Diketahui, ayah almarhum, Dhani Rusman, merupakan ASN yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kota Magelang, Tri Winarno, mengatakan pihak keluarga telah memutuskan lokasi pemakaman yang semula direncanakan di Pemakaman Sambung Lor, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dialihkan ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara.
“Dengan pertimbangan kedekatan dengan rumah keluarga Mas Ali dan makam keluarga yang lain, pemakaman dipindahkan ke TPU Sidotopo. Karena keluarga besar berada di wilayah Kupatan dan makam warga Kupatan memang di Sidotopo,” jelas Tri.
Ia menambahkan, persiapan pemakaman telah dilakukan oleh warga setempat.
“Di kampung ini kan sudah jadi tradisi, sehingga seluruh persiapan sudah berjalan. Tenda dan perlengkapan sudah disiapkan, tinggal nunggu jenazah tiba dan melihat kondisi jenazah untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.
“Tadi kami juga melakukan cross-check melalui Pak Lurah Kedungsari, karena wilayah Sidotopo dan Kupatan masih dalam satu kelurahan,” sambungnya.
Terkait waktu kedatangan jenazah, Tri menyebut masih bersifat situasional lantaran sangat bergantung pada kondisi cuaca di Gunung Slamet.
“Kalau kondisi puncak tidak hujan dan terang, kemungkinan jenazah bisa tiba di Magelang menjelang subuh. Tapi kalau hujan dan berkabut, bisa saja mengalami keterlambatan,” ungkapnya.
Baca juga: Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang Ditemukan Meninggal, Posisinya Disini
Kronologi Penemuan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, mengatakan proses evakuasi jenazah diperkirakan memakan waktu sekitar 15 jam karena medan ekstrem.
Setelah tiba di basecamp Dipajaya, jenazah akan dibawa ke rumah sakit di Pemalang untuk proses pembersihan sebelum dipulangkan ke Kota Magelang dan dimakamkan. (tro)