Kak Seto Klarifikasi seusai Dituding Abaikan Laporan Aurelie Moeremans
January 14, 2026 10:42 PM

- Psikolog anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto belakangan ini ramai diperbincangkan publik. Hal itu karena Kak Seto terseret dalam polemik buku Broken Strings yang ditulis oleh Aurelie Moeremans.

Seperti diketahui, buku Broken Strings yang ditulis artis Aurelie Moeremans baru-baru ini viral di media sosial. Buku itu mengisahkan pengalaman pahit Aurelie saat jadi korban child grooming dari sosok bernama Bobby (nama yang disamarkan).

Tak hanya itu, ia juga mengaku mendapat kekerasan serta terjebak dalam hubungan yang manipulatif. Buntut dari hal itu, Aurelie merasa trauma.

Namun siapa sangka, di tengah viralnya buku tersebut, netizen justru ramai mengkritik psikolog anak Kak Seto. Bukan tanpa sebab, hal itu karena publik kecewa dengan kinerja Komnas Perlindungan Anak di bawah naungan Kak Seto saat itu.

Lantas bagaimana kronologi Kak Seto dikritik imbas buku Broken Strings Aurelie Moeremans? Simak penjelasannya.

Seperti diketahui, baru-baru ini nama psikolog anak, Kak Seto ramai mendapat kritikan publik. Hal itu karena Kak Seto dituding 'cueki' kasus grooming yang dialami Aurelie Moeremans beberapa tahun lalu.

Tudingan itu diketahui saat Aurelie menulis kisah pahitnya jadi korban grooming di buku memoar Broken Strings. Di buku itu, Aurelie menceritakan momen saat dipaksa menikah, mendapat pelecehan seksual hingga tipu daya dari sang kekasih yang ia sebut dengan Bobby (nama yang disamarkan).

Tak tinggal diam, Aurelie mengaku sempat mencari perlindungan dan keadilan. Dilansir TribunTrends.com, di tahun 2010 silam, Aurelie Moeremans dan sang ibu, Sri Sumarti sempat mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Artis berusia 32 tahun ini melaporkan dugaan child grooming yang dilakukan oleh Bobby yang diduga adalah Roby Tremonti di tahun 2010 silam. Namun sayang, laporannya ke KPAI cukup berbelit.

Tak menyerah, ia dan sang mama kemudian mendatangi Komnas Perlindungan Anak di bawah naungan Kak Seto. Namun, Aurelie Moeremans tak mendapatkan kejelasan mengenai hasil mediasi yang dilakukan.

Oleh karena itu, Aurelie Moeremans akhirnya menyelesaikannya sendiri.

Mendengar kisah Aurelie itu, netizen langsung ramai mengkritik Komnas Perlindungan Anak di bawah naungan Kak Seto.

@giannajuney : "Kasus aurelie bener2 membuat aku kaget , Kak Seto, yg brandingannya sahabat anak, ternyata adl MUSUH ANAK."

@e.bi25 : "Sahabat, apaakah pernah mengabaikan laporan orang tua arelie tahun 2010 masa lampau ?"

@rskiprtwi : "Kerja yg bner woyyy jgn ngurusin kasus anak yg berduit mulu!

Dalam klarifikasinya, Kak Seto menegaskan bahwa ia dan lembaga tersebut sudah berupaya keras menyelesaikan kasus artis Aurelie Moeremans. Ia berharap pihak yang terkait dengan masalah tersebut berdamai dan kembali menata masa depan.

Kami memahami bahwa setiap peristiwa menyisakan luka, proses, dan pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat. Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya. Mari kita bersikap lebih bijak, adil dan berempati. Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat tersebut pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.

"Saat ini, kita masih dihadapkan pada begitu banyak persoalan anak di tanah iar. Masih banyak pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan kerja bersama secara sukarela serta profesional.

Terima kasih atas pengertian dan kebijaksanaan sahabat semua," tulis Kak Seto dilansir dari TribunTrends.com.

Demikianlah kronologi Kak Seto dikritik imbas buku Broken Strings Aurelie Moeremans.



Baca Selengkapnya: https://www.grid.id/read/044341541/kronologi-kak-seto-dikritik-imbas-buku-broken-strings-aurelie-moeremans-dituding-sempat-cuek-soal-laporan-sang-artis?page=all

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.