TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Evelyn Afnilia sebagai penulis film 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah' sukses membawa film itu memuncaki daftar Top Movies Netflix Indonesia.
Ia membawa drama keluarga dengan konflik yang dekat dengan realitas penonton masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat.
Film yang mengangkat luka batin seorang ibu dan dampaknya terhadap anak-anak ini menjadi perbincangan hangat, bukan karena sensasi, melainkan karena kedekatan emosinya dengan pengalaman banyak keluarga Indonesia.
Di balik kisah yang menyentuh tersebut, penulis skenarionya, Evelyn Afnilia, kembali hadir di proyek film keluarga lain yang dijadwalkan tayang pada momen Lebaran 2026.
Baca juga: Film Sadali yang Dibintangi Ajil Ditto Tayang 5 Februari 2026, Sekuel Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu
Lewat film 'Tunggu Aku Sukses Nanti', film ini menjadi kelanjutan menarik dari benang merah tema yang selama ini kerap dihadirkan Evelyn yakni keluarga, tekanan sosial, dan relasi emosional yang sering luput dibicarakan secara terbuka.
Jika Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah berfokus pada luka orang tua yang diwariskan secara emosional kepada anak, Tunggu Aku Sukses Nanti memilih sudut pandang berbeda.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti berkisah soal sosok Arga (Ardit Erwandha), seorang pemuda yang harus berhadapan dengan stigma “pengangguran” di tengah budaya kumpul keluarga saat Lebaran.
Cerita ini terasa relevan, terutama di tengah realitas sosial di mana pencapaian kerap dijadikan tolok ukur nilai seseorang dalam keluarga besar.
Lebaran, yang identik dengan kebersamaan dan sukacita, justru digambarkan sebagai ruang tekanan bagi Arga.
Di antara sepupu-sepupunya yang telah mapan, ia menjadi simbol kegagalan yang terus disorot.
Beban itu semakin berat ketika tuntutan hidup datang bersamaan: desakan pacar untuk menikah, adik yang terancam putus kuliah, hingga rumah nenek yang terancam dijual.
Melalui konflik tersebut, Tunggu Aku Sukses Nanti tampak menawarkan refleksi tentang makna “sukses” dan bagaimana ekspektasi keluarga bisa menjadi pisau bermata dua.
Pendekatan ini selaras dengan karya Evelyn sebelumnya yang kerap mengajak penonton bercermin, alih-alih sekadar larut dalam drama.
Diproduksi oleh Rapi Films dan dibintangi Ardit Erwandha sebagai Arga, film ini juga melibatkan Adzana Shaliha, Lulu Tobing, Maudy Effrosina, hingga Sarah Sechan.
Kehadiran jajaran pemain lintas generasi memperkuat kesan bahwa film ini menyasar penonton keluarga secara luas, khususnya pada momentum Lebaran.
Film tersebut dijadwalkan tayang pada 18 Maret 2026, tepatnya di momen lebaran yang menawarkan ruang diskusi tentang dinamika keluarga Indonesia.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)