- Arif Brata angkat bicara soal polemik yang dialami Pandji Pragiwaksono usai materi stand up Mens Rea tayang di Netflix.
Pandji diketahui dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Materi komedinya dianggap bermasalah oleh Rizki Abdul Rahman Wahid selaku Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU).
Menanggapi hal tersebut, Arif menilai Pandji sebagai sosok komika yang memang dikenal berani dan konsisten dengan sikapnya.
“Menurut saya, Mas Pandji adalah orang yang memang sudah berani untuk membuka," ucap Arif Brata di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).
"Dia itu komika yang ada yang suka suka banget, ada yang nggak suka nggak suka banget. Dan itu balik lagi ke selera masing-masing,” ujar Arif.
Arif menjelaskan bahwa pada dasarnya apa yang dilakukan Pandji bukanlah hal baru dalam dunia stand up comedy.
Setiap pertunjukan komedi, menurutnya, selalu berisiko menyinggung sebagian orang.
“Hampir semua komika seperti itu. Bikin show, ada yang tersinggung, ada yang nggak," tuturnya.
"Tapi Pandji kan berani untuk berdiri dengan statement-nya dia,” kata Arif.
Arif menyoroti keputusan Pandji menayangkan materinya di platform digital besar seperti Netflix.
Menurutnya, langkah tersebut tentu sudah disertai dengan kesadaran akan risiko karena kontennya bisa diakses oleh publik yang sangat luas, dengan latar belakang dan sensitivitas yang berbeda-beda.
“Dengan dia berani menayangkan di platform itu, yang semua orang bisa akses, ya dia sudah pikirkan risikonya sih,” ungkap Arif
“Kalau off-air kan penontonnya sudah paham, ‘saya nggak tersinggung lagi, saya datang ke show-nya, saya sudah bayar' seperti itu,” jelasnya.
Terkait dampak polemik tersebut hingga menyentuh ranah keluarga Pandji, termasuk anaknya, Arif mengaku merasa prihatin.
“Menurut saya Pandji adalah komika yang mentalnya sangat kuat. Apa pun yang terjadi, responnya dia tetap santai,” ujarnya.
“Mungkin itu menurun ke anaknya juga ya, karena anaknya sangat open-minded. Tapi tetap sih kalau dari saya, kasihan,” beber Arif Brata.
Dari polemik ini, Arif mengaku semakin meneguhkan sikapnya untuk berhati-hati dalam menulis materi.
“Takut? Pasti tetap hati-hati. Cari yang sekiranya aman aja,” kata Arif sambil tertawa.