Begini Nasib Buruh Pabrik yang Berani Teriaki Presiden Trump Sebagai Pelindung Pedofil
January 15, 2026 01:38 AM

Begini Nasib Buruh Pabrik yang Berani Teriaki Presiden Trump Sebagai Pelindung Pedofil

TRIBUNNEWS.COM - Aksi berani TJ Sabula meneriaki Donald Trump dengan sebutan "pelindung predator" berdampak pada pekerjaannya.

Menurut Washington Post, pekerja pabrik Ford di Detroit yang sebelumnya bertukar hinaan dengan Presiden AS tersebut telah diskors sementara menunggu penyelidikan atas insiden tersebut . 

Sebelumnya, sebuah video beredar online yang menunjukkan Trump mengunjungi pabrik Ford di Detroit lalu seorang pekerja meneriakinya, "Anda melindungi predator anak!".

Baca juga: Disebut Pelindung Pedofil, Trump Acungkan Jari Tengah ke Pegawai Ford, Gedung Putih: Respons Tepat

 

Trump menanggapi teriakan dengan mengacungkan jari tengahnya kepada pria itu dan mengucapkan kalimat makian, dua kali. 

Media mengaitkan insiden tersebut dengan kasus Jeffrey Epstein, pebisnis yang menjadi pelaku kejahatan seksual dan dihukum karena terbukti melecehkan dan merekrut gadis di bawah umur dalam jaringan perdagangan seks.

Epstein tewas bunuh diri pada 2019 di sel penjara.

Kematian Epstein menjadi sorotan karena dia diduga memiliki daftar nama-nama besar yang menjadi kliennya, termasuk ikut terseret di dalamnya nama mantan Presiden AS, Bill Clinton dan Donald Trump sendiri.

Dugaan adanya daftar nama-nama itu dikenal nama "Berkas Epstein".

Pada kampanyenya untuk kembali menjadi Presiden AS, Trump pernah berjanji untuk membuka lebar-lebar seputar dokumen ini, janji yang belakangan hanya pepesan kosong.  

Kekecewaan publik AS ini yang kemudian dikaitkan dengan aksi TJ Sabula dalam kunjungan Trump ke pabrik perakitan mobil Ford tersebut.

AKSI JARI TENGAH - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengacungkan jari tengah ketika tengah mengunjungi pabrik mobil Ford di Michigan pada Selasa (13/1/2026) waktu setempat. Aksi Trump ini untuk membalas teriakan seorang pekerja pabrik yang meneriakinya sebagai pelindung pedofil.

Tak Menyesal Teriaki Trump Tapi Cemas Kehilangan Pekerjaan

Washington Post melaporkan, TJ Sabula (40), seorang pekerja jalur perakitan dan anggota cabang lokal serikat pekerja United Auto Workers, membenarkan kalau dialah yang meneriaki Trump.

Sabula mengatakan kalau dia telah diskors dari pekerjaannya sambil menunggu penyelidikan atas aksinya tersebut.

Sabula mengatakan kalau dia tidak menyesali tindakannya.

Namun dia mengaku khawatir tentang karier dan pekerjaannya.

Dia percaya kalau atas aksinya tersebut, dia menjadi "target pembalasan politik" karena "mempermalukan Trump di depan teman-temannya."

Dia juga menegaskan bahwa kemarahannya terkait langsung dengan keterlibatan Trump dalam kasus Epstein .

Gedung Putih Bela Aksi Jari Tengah Trump

Donald Trump, mengacungkan jari tengah ketika tengah mengunjungi pabrik mobil Ford di Michigan pada Selasa (13/1/2026) waktu setempat.

Momen itu terekam dalam video berdurasi 30 detik yang viral di media sosial.

Berdasarkan video tersebut, ada seseorang yang merupakan pegawai Ford berteriak dengan menyebut bahwa Trup merupakan pelindung pelaku pedofilia.

Momen itu terjadi ketika Trump sedang berjalan di pabrik bersama beberapa petinggi Ford.

Lalu, Trump langsung mengacungkan jari tengah terhadap seseorang yang diduga ditujukan kepada orang yang menyebutnya sebagai pelindung pelaku pedofilia.

Tak cuma itu, dia juga diduga turut mengumpat sebanyak dua kali. Hal itu diketahui dari gerak bibirnya.

 

Gedung Putih pun membela tindakan Trump sebagai 'langkah yang benar'.

"Seorang orang gila berteriak dengan kata-kata kasar dalam amukan amrah yang hebat, dan Presiden memberikan respons yang tepat dan jelas," kata Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, dikutip dari CBS News.

Secara terpisah, sosok yang menuding Trump bernama TJ Sabula dan berstatus sebagai pekerja di pabrik Ford.

Dikutip dari The Washington Post, Sabula mengakui tindakannya tersebut.

Dia mengatakan akibat aksinya tersebut, dirinya telah diskors sembari menunggu hasil penyelidikan internal perusahaan.

Kendati demikian, Sabula mengaku tidak menyesal atas apa yang dikatakannya kepada Trump.

"Soal perkataan saya, saya sama sekali tidak menyesal," ujarnya.

Dia mengungkapkan alasan menuding Trump sebagai 'pelindung pelaku pedofilia' terkait dengan kasus Jeffrey Epstein.

"Saya meyakini dia mendengar apa yang saya katakan dengan jelas'," kata Sabula.

Jeffrey Epstein merupakan pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan kejahatan seksual.

Namanya kini tengah menjadi sorotan tajam setelah dokumen dan foto terkait dirinya dibuka oleh Departemen Kehakiman AS.

Salah satu foto yang disorot adalah terkait potret dirinya dengan Trump sebelum menjabat sebagai Presiden AS.

Sementara, terkait insiden tersebut, Direktur Eksekutif Komunikasi Ford, David Tovar menyayangkannya.

Dia menyebut kunjungan Trump ke pabrik Ford sebenarnya berjalan dengan baik. Namun, hal itu justru dinodai dengan insiden yang dilakukan oleh Sabula.

"Kami telah melihat klip video yang dimaksud. Salah satu nilai inti kami adalah rasa hormat, dan kami tidak membenarkan siapapun mengatakan hal yang tidak pantas seperti itu di tempat kami."

"Ketika hal itu terjadi, kami memiliki proses untuk mengatasinya, tetapi kami tidak membahas masalah personal secara spesifik," ujarnya, dikutip dari ABC News.

(Tribunnews.com/oln/Y Liestyo Poerwoto)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.