Murid SD di Karawang Sempat Dilaporkan Hilang, Ternyata Sembunyi di Lemari Karena Takut Dimarahi
Tribun January 15, 2026 01:38 AM

Sempat diduga hilang, GA seorang pelajar SD di di Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Karawang, Jawa Barat ditemukan dalam lemari.

GA ditemukan dalam kondisi lemas karena seharian tidak makan dan minum. Keberadaan GA tidak diketahui sejak Selasa (13/1/2026).

Orangtua GA melaporkan bahwa anaknya tak kunjung pulang ke rumah usai berangkat sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.

Kekhawatiran semakin memuncak ketika pihak sekolah memastikan bahwa GA tidak masuk kelas pada hari itu.

Informasi kehilangan tersebut kemudian menyebar luas setelah pihak sekolah membuat poster anak hilang yang beredar di media sosial.

Warga sekitar pun ikut membantu pencarian.

Dari keterangan sejumlah saksi, GA sempat terlihat tiba di gerbang sekolah.

Namun, ia tidak masuk ke area sekolah dan kembali berjalan ke arah rumah.

Setelah itu, keberadaannya tak lagi diketahui.

Kapolsek Purwasari, Iptu Herawati, membenarkan adanya laporan informal terkait siswi SDN Cengkong yang dilaporkan hilang.

“Orangtua dan keluarga sempat melapor ke sekolah, RT, RW, hingga desa. Bahkan hampir membuat laporan polisi, tapi saya minta agar dicari lagi secara menyeluruh,” ujar Herawati saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Pencarian pun dilakukan oleh keluarga dan warga ke berbagai lokasi.

Termasuk rumah sanak saudara dan teman-teman dekat GA. Namun, hasilnya nihil.

Hingga akhirnya, Herawati berinisiatif meminta keluarga kembali menyisir seluruh sudut rumah, termasuk tempat-tempat yang sebelumnya tidak terpikirkan.

“Setelah dicek ulang, akhirnya anak ditemukan di dalam lemari rumah. Posisi pintu lemari memang agak sulit dibuka,” ungkapnya.

Saat ditemukan, GA dalam keadaan lemas akibat tidak makan dan minum selama hampir satu hari penuh.

Beruntung, kondisinya segera membaik setelah mendapatkan penanganan dan asupan makanan.

Takut Dimarahi

Dari keterangan yang diperoleh, GA mengaku bersembunyi di dalam lemari karena takut dimarahi orangtuanya.

Ia merasa sudah terlambat datang ke sekolah, karena waktu telah menunjukkan sekitar pukul 08.00 WIB.

“Anaknya takut tidak masuk sekolah karena sudah telat. Dia memilih bersembunyi di lemari, tapi ternyata pintunya sulit dibuka dari dalam,” jelas Herawati.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi orangtua dan lingkungan sekitar agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak.

Terutama terkait rasa takut dan tekanan yang mereka rasakan, meski dari hal-hal yang terlihat sepele.

Beruntung, kisah yang sempat membuat panik ini berakhir dengan kelegaan.

GA kini telah kembali bersama keluarganya dalam kondisi selamat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.