Kandang Panjang Disiapkan Jadi Ikon Ekowisata, Wali Kota Pekalongan Aaf Akan Bangun Restoran Apung
January 15, 2026 06:09 AM

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan menyiapkan Kelurahan Kandang Panjang dan Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, sebagai ikon ekowisata baru berbasis lingkungan.

Upaya ini dilakukan, sebagai bagian dari penataan kawasan pesisir pascabanjir dan rob sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat membuka kegiatan paparan Final Desain dan Persiapan Pembangunan Ekowisata yang digelar di Ruang Rapat BPK Lantai 2 Kantor BPKAD Kota Pekalongan, Selasa (13/01/2026).

Kegiatan tersebut merupakan, hasil sinergi antara Pemerintah Kota Pekalongan dan Kemitraan Indonesia.

Wali Kota yang akrab disapa Aaf itu menyampaikan, apresiasi atas dukungan Kemitraan Indonesia dalam merealisasikan pembangunan ekowisata di dua kelurahan pesisir tersebut.

Menurutnya, pengembangan ekowisata ini menjadi momentum penting untuk mempercantik kawasan pesisir sekaligus mengoptimalkan potensi wisata yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

"Di Kandang Panjang, khususnya kawasan Taman Mangrove, direncanakan akan dibangun restoran apung beserta sarana pendukung lainnya. Pengelolaannya akan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sementara seluruh fasilitasi berasal dari Kemitraan Indonesia," ujar Aaf saat rilis yang diterima Tribun Jateng, Rabu (14/01/2026).

Ia menargetkan, pembangunan ekowisata tersebut dapat diselesaikan pada pertengahan tahun 2026.

Namun demikian, Aaf, menegaskan, pentingnya penataan tata kelola sejak awal agar pengelolaan ekowisata berjalan tertib dan berkelanjutan.

"Saya minta pengelolaannya dimatangkan betul, termasuk kejelasan nota kesepahaman dan pembagian peran antar pihak. Jangan sampai ke depan terjadi tumpang tindih atau saling klaim," tegasnya.

Lebih lanjut, Aaf menjelaskan, pengembangan ekowisata ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut penanganan banjir dan rob di wilayah Pekalongan Utara.

Setelah kondisi relatif kondusif, Pemerintah Kota kini fokus melanjutkan penataan kawasan, termasuk penanganan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas lingkungan.

Sementara itu, Team Leader Program Adaptation Fund Kemitraan Indonesia, Andy Kiki Andy, menjelaskan, pembangunan ekowisata tersebut merupakan bagian dari Program Adaptation Fund (AF) yang bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Andy, konsep ekowisata yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat sekitar melalui kuliner khas Pekalongan dan produk-produk unggulan UMKM.

Selain itu, revitalisasi ekosistem mangrove dan penguatan Pokdarwis juga menjadi fokus utama program tersebut.

"Harapannya, masyarakat mampu mengelola ekowisata secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi penopang kehidupan di wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim," pungkasnya. (Indra Dwi Purnomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.