- Politikus PDIP Guntur Romli mengkritik wacana Pilkada dipilih melalui DPRD.
Menurutnya Pilkada melalui DPRD justru akan memperbesar praktik money politic.
Guntur menilai jika Pilkada dipilih oleh DPRD, maka praktik suap akan semakin mudah dilakukan.
Ia berpendapat, dengan dilakukannya Pilkada lewat DPRD maka yang punya banyak uang yang akan dipilih oleh anggota dewan sebagai pemimpin daerah.
"Malah nanti kalau dipilih oleh DPRD, tetap saja yang punya banyak uang yang akan dipilih. Apa sih susahnya menyuap 45-50 anggota ya kan? Tinggal dihargai saja per kursi, per kepala, malah lebih menyuap," katanya saat wawancara eksklusif bersama Tribunnews dalam program Overviews, Rabu (14/1/2026).
Guntur tidak memungkiri bahwa melalui Pilkada langsung pun masih banyak amplop serangan fajar demi bisa dipilih jadi pemimpin.
Namun menurut Guntur hal itu masih ada karena memang sengaja dibiarkan dan tidak ditindak tegas.
Sementara itu Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengatakan Pilkada melalui DPRD lebih mudah diawasi.
Yusril menilai, praktik money politic akan lebih mudah diawasi karena jumlah anggota DPRD sedikit.
Menurut Yusril, Pilkada dari pemilih langsung rakyat atau melalui DPRD sama-sama konstitusional dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Program: Tribunnews Update
Host: Umi Wakhidah
Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman