Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, 10 Hikmah dan Pelajaran Pentingnya
January 15, 2026 10:54 AM

 

PROHABA.CO -  Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen paling istimewa dalam sejarah Islam.

Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. 

Kejadian istimewa yang berlangsung hanya dalam satu malam ini sarat akan makna dan pelajaran berharga.

Salah satu momen penting dalam Isra’ Mi’raj adalah ketika Rasulullah menerima langsung perintah shalat lima waktu dari Allah SWT.  

Dalam perjalanan lintas dimensi yang penuh keajaiban tersebut, Nabi Muhammad SAW juga diperlihatkan berbagai hal gaib.

Di antaranya, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu dan bahkan memimpin mereka dalam shalat sebagai imam.  

Peristiwa bersejarah ini diabadikan dalam firman Allah SWT:

سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Isra [17]: 1)

Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-12 kenabian, dan pada tahun 2026 peringatannya jatuh pada Jumat, 16 Januari.

Isra Miraj bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan sebuah peristiwa monumental yang mengandung banyak hikmah, pelajaran, serta penegasan akan keagungan Allah SWT dan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir.

Isra Miraj terjadi dalam satu malam. Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra), kemudian naik ke langit hingga Sidratul Muntaha (Miraj).

Di sana beliau bertemu dengan para nabi terdahulu, menyaksikan surga dan neraka, serta menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama yang sempurna, dan salat adalah tiang utama dalam kehidupan seorang Muslim.

Baca juga: 5 Amalan Isra Miraj, dari Puasa, Istighfar hingga Bacaan Doa

Hikmah dan Pelajaran Penting dari Isra Miraj

1. Memahami Kebesaran Allah SWT

Isra Miraj memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW melihat malaikat Jibril dalam wujud aslinya dengan enam ratus sayap yang mampu menutupi langit.

Allah SWT juga memperlihatkan surga, neraka, dan beberapa keajaiban lainnya.

Hal ini menegaskan bahwa kekuasaan Allah SWT tidak terbatas, dan manusia harus senantiasa tunduk serta bersyukur atas kebesaran-Nya.

2. Pentingnya Kebersihan Jiwa dan Raga

Hikmah Isra Miraj salah satunya adalah sebelum menghadap Allah SWT, jiwa dan raga kita harus dalam keadaan bersih dari segala kotoran dan najis. 

Diriwayatkan, sebelum melakukan perjalanan Isra Miraj, malaikat membelah dada Nabi Muhammad SAW untuk dibersihkan hatinya menggunakan air zam-zam.

"Lalu hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air zam-zam, kemudian dikembalikan ke tempatnya den memenuhinya dengan iman dan hikmah". (HR Bukhari).

3. Tingginya Derajat Kehambaan

Dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 1, Allah menyebut Nabi Muhammad SAW dengan kata ‘abdun’ (hamba).

Ini menegaskan bahwa kedudukan tertinggi seorang manusia bukanlah kekuasaan atau harta, melainkan menjadi hamba Allah yang taat.

Kehambaan sejati adalah puncak kemuliaan, dan Isra Miraj menjadi bukti bahwa derajat seorang hamba yang bertakwa sangat tinggi di sisi Allah SWT.

4. Kemantapan Iman Nabi Muhammad SAW

Sebelum Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW hanya mengetahui surga, neraka, dan hal-hal gaib melalui wahyu.

Itu disebut ‘ilmul yaqin’ (keyakinan berdasarkan ilmu).

Namun setelah Isra Miraj, beliau melihat langsung dengan mata kepala sendiri, sehingga mencapai tingkat ‘ainul yaqin’ (keyakinan berdasarkan penglihatan). 

Hal ini semakin memantapkan iman beliau dan menjadi teladan bagi umat Islam untuk memperkuat keyakinan melalui ilmu dan semakin kuat dan menjadi hikmah Isra Miraj.

5. Syariat Nabi Muhammad SAW Menghapus Syariat Terdahulu

Dalam perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menjadi imam shalat bagi para nabi-nabi terdahulu. 

Peristiwa ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya. 

Islam hadir sebagai agama terakhir yang berlaku hingga akhir zaman, dengan syariat yang universal dan relevan sepanjang masa.

Baca juga: Peringati Isra Miraj, Inilah Amalan Zikir Nabi Ibrahim Ajarkan kepada Nabi Muhammad SAW

6. Keistimewaan Masjidil Aqsa

Masjidil Aqsa yang berada di Palestina merupakan tujuan akhir dari perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW yang berawal di Masjidil Haram, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. 

Ini menandakan betapa mulianya masjid tersebut dan menjadi hikmah Isra Miraj.  

Hal ini menunjukkan kemuliaan masjid tersebut bagi umat Islam.

Bahkan, sebelum Ka’bah menjadi kiblat, umat Islam sempat menghadap ke Masjidil Aqsa.

Shalat di Masjidil Aqsa memiliki keutamaan besar, yakni pahala 500 kali lipat dibanding shalat di masjid biasa. 

7. Islam sebagai Agama Suci

Ketika diberi pilihan antara susu dan khamr, Nabi Muhammad SAW memilih susu.

Malaikat Jibril kemudian berkata bahwa pilihan tersebut adalah simbol kesucian.

Hal ini menjadi isyarat bahwa Islam adalah agama fitrah, suci, dan sesuai dengan kebutuhan manusia.

 Kesucian Islam harus dijaga oleh umatnya dengan menjauhi hal-hal yang merusak fitrah manusia.

8. Pentingnya Shalat

Isra Miraj adalah momen disyariatkannya shalat lima waktu.

Tidak seperti syariat lain yang disampaikan melalui malaikat Jibril, perintah shalat diberikan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat sebagai tiang agama.

Shalat bukan sekadar ritual, melainkan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhannya.

9. Bekal Dakwah yang Tangguh

Isra Miraj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW mengalami masa penuh ujian, kehilangan orang-orang terdekat, serta menghadapi penindasan kaum Quraisy.

Peristiwa ini menjadi penguat hati beliau agar tetap tegar dalam berdakwah.

Ujian yang berat justru melahirkan kekuatan spiritual yang lebih besar, sehingga dakwah Islam dapat terus berkembang meski menghadapi banyak rintangan.

Ujian bertubi-tubi yang Allah SWT lakukan ini bertujuan agar Nabi Muhammad SAW benar-benar tangguh dalam berdakwah.

10. Menyampaikan Kebenaran Meski Pahit

Setelah Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menyampaikan pengalaman luar biasa tersebut kepada penduduk Makkah.

Banyak yang tidak percaya dengan kabar tidak masuk akal tersebut, bahkan mengejek beliau. 

Namun Rasulullah tetap menyampaikan kebenaran meski ditolak.

Hal ini menjadi pelajaran bahwa seorang Muslim harus berani menyampaikan kebenaran, meskipun pahit dan sulit diterima oleh orang lain.

Relevansi Isra Miraj dalam Kehidupan Modern

Peristiwa Isra Miraj bukan hanya sejarah masa lalu, tetapi juga memiliki relevansi besar bagi kehidupan umat Islam saat ini.

Shalat sebagai prioritas utama: Di tengah kesibukan dunia modern, shalat lima waktu harus tetap dijaga sebagai bentuk ketaatan dan komunikasi dengan Allah SWT.

Kesucian hati dan jiwa: Dalam era penuh godaan, menjaga kebersihan hati dari sifat buruk menjadi tantangan besar. Isra Miraj mengingatkan pentingnya hati yang bersih untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Keteguhan dalam dakwah dan kebenaran: Seperti Nabi Muhammad SAW yang tetap menyampaikan kebenaran meski ditolak, umat Islam juga harus berani menyuarakan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Menghargai masjid dan tempat suci: Masjidil Aqsa sebagai bagian dari perjalanan Isra Miraj menegaskan pentingnya menjaga dan membela tempat suci umat Islam.

Baca juga: Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan, Amalan dan Keistimewaan Malam Lailatul Qodar 

Baca juga: 6 Keutamaan Malam Nuzulul Quran dan 5 Amalan yang Dikerjakan Diperingati 17 Ramadhan 2025

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.