Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Penemuan benda yang diduga janin gegerkan warga Perumahan Bumi Resik Panglayungan (BRP), Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, pada Rabu (13/1/2026) malam.
Informasi yang dihimpun TribunPriangan.com, bahwa warga setempat mendapati penemuan tumpukan karung yang berisikan pembalut hingga gumpalan darah yang diduga janin dengan terbungkus kantong plastik putih dan tergeletak di depan sebuah gerobak di Jalan Cendramerta, RT 05/RW 13.
Bahkan saat ditemukan, terlihat bercak darah yang masih segar. Diduga janin ini belum lama dibuang oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Polisi mendapati informasi ini sekira pukul 20.48 WIB polisi yang mendapatkan informasi langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Baca juga: 20 Adegan Pelaku Tusuk Teman Sendiri di Pasar Cieunteung Tasikmalaya
Hingga pukul 23.30 WIB, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Aparat juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mencari petunjuk lebih lanjut.
Sementara itu, petugas polisi membawa barang bukti yang diduga janin ini untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk identifikasi penemuan.
Menanggapi hal ini, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terlebih dahulu dan mengumpulkan barang bukti.
AKP Herman menyebut, penemuan yang diduga janin ini belum terbukti kebenarannya. Karena hanya ditemukan gumpalan darah dan pembalut dilokasi kejadian.
"Semalam tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota sudah mengevakuasi dugaan janin tersebut.
Selanjutnya kita selidiki dulu siapa pembuangnya sambil mengumpulkan keterangan di lapangan," ucap AKP Herman dikonfirmasi TribunPriangan.com, Kamis (14/1/2026).
Dia juga belum memastikan secara pasti apakah penemuan semalam tersebut janin atau memang hanya lahiran saja.
"Memang pas ditemukan itu hanya gumpalan darah tercampur pembalut dan benang, yang mana darah tersebut diduga bekas orang melahirkan," kata AKP Herman. (*)