TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Alat berat berada di aliran Kali Sepak yang mengalir di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.
Keberadaan tiga alat berat itu nampak mengangkuti sedimen lumpur yang ada di dasar aliran kali tersebut.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menyebut itu adalah salah satu langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengatasi banjir, yakni dengan memperbaiki kondisi kali di sektor hulu wilayah Jakarta Barat.
"Kali Sepak ini nanti alirannya akan menuju ke Kali Angke. Nah ini akan berakibat juga ke dampak ke beberapa wilayah, untuk itu menjadi kunci di hulu kita akan lakukan ini supaya lebih optimal nanti sedimennya bisa terkeruk dengan baik kita akan memudahkan nanti aliran air," kata Iin dikutip Kamis (15/1/2026),
Iin menjelaskan, proses pengerukan sedimen di Kali Sepak sejauh 1,4 kilometer itu ditargetkan selama tiga bulan.
Setiap harinya, akan ada 10 truk yang mengangkut sedimen dari Kali Sepak untuk ditumpahkan ke Ancol, Jakarta Utara.
"Jadi sepuluh truk dengan 14 meter kubik per hari, ini 140 meter kubik volume lumpur bisa kita angkut tiap hari ke Ancol," ucap Iin.
Sementara itu, Kasudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari optimis pengerukan di Kali Sepak nantinya bisa mengatasi banjir di wilayah hulu Jakarta Barat.
"Kali Sepak ini dalam upaya untuk menangani genangan bukan hanya di wilayah sini saja, tapi juga bisa ke Taman Alfa Indah, kemudian ke Intercon, ini alirannya dari sana," ujar Purwanti.
Selain Kali Sepak, Purwanti menyebut pengerukan juga tengah dikerjakan di 11 titik wilayah Jakarta Barat, termasuk di Kali Mookervart.
Sedangkan untuk pompa, Purwanti mengklaim seluruhnya dioperasikan ketika banjir terjadi pada Senin (12/1/2026).
"Kalau pompa stasioner itu kan ada rumah pompanya ada 49, pompanya ada 150-an. Itu yang stasioner. Itu semua kita operasikan.
Kalau untuk pompa mobile-nya itu kurang lebih ada 70 dan juga sudah kita sebar di titik-titik rawan genangan, kemudian untuk pompa apung ada 60," kata Purwanti.
Dengan semua persiapan yang telah dimiliki, Purwanti menyebut banjir pada Senin lalu karena faktor cuaca ekstrem.
Sedangkan untuk di wilayah Jalan Daan Mogot dan kawasan Rawa Buaya, ia menyebutnya karena ada sheet pile yang bocor di aliran Kali Mookervart.